Kisah Clarence Seedorf Jadi Mualaf Sebelum Ramadan

Clarence Seedorf sang legenda AC Milan dan Real Madrid, bagikan pengalaman spiritualnya memeluk islam dan dukungan luar biasa dari komunitas sepak bola dunia.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 14 Maret 2026, 00:00 WIB
Clarence Seedorf (AFP/Fabio Muzzi)

Liputan6.com, Jakarta - Clarence Seedorf, legenda sepak bola dunia yang dikenal karena prestasi gemilangnya di lapangan hijau, menjalani momen emosional saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan pertamanya saat ia memeluk agama Islam pada tahun 2022.

Keputusan besar ini ia umumkan langsung melalui akun Instagram pribadinya setelah melalui proses pembelajaran yang mendalam.

Langkah spiritual ini diambil tak lama setelah ia resmi menjadi mualaf pada bulan Maret, tepat sebelum bulan suci Ramadan dimulai pada tahun tersebut.  

Kehadiran sosok sang istri, Sophia Makramati, diakui memiliki peran krusial dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada mantan gelandang bintang tersebut hingga ia merasa yakin untuk berpindah keyakinan. Kabar ini pun seketika menjadi perhatian luas bagi komunitas sepak bola global yang memberikan apresiasi.

 

Dukungan Keluarga

Gelandang Timnas belanda, Clarence Seedorf (kiri) berebut bola dengan bek Republik Irlandia, Liam O'Brien pada laga persahabatan di Rotterdam (4/6/1996). Clarence Seedorf mencetak satu gol dalam laga debutnya bersama Timnas Belanda saat menang 5-0 atas Luksemburg pada ajang kualifikasi Euro 1996 (14/12/1994). Pemain yang pensiun pada Januari 2014 ini total mengoleksi 87 caps dengan raihan 11 gol dan 7 assist. (AFP/ANP/Mulder/Antonisse)

Seedorf menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan pesan hangat untuk merayakan bergabungnya ia ke dalam keluarga muslim.

Ia secara khusus menyebutkan bahwa sang istri adalah orang yang paling berjasa dalam mengajarkan makna Islam yang sesungguhnya kepadanya.

Meskipun telah berganti keyakinan, Seedorf memutuskan unutuk tidak mengubah nama pemberian orang tuanya sebagai identitas profesional maupun pribadinya.

 

Rekor Pretasi di Panggung Sepak Bola

3. Clarence Seedorf (2000-2002). Penampilannya dianggap biasa saja sehingga pemain Belanda itu dijual ke AC Milan. Bersama rival sekota Inter itu, Seedorf sukses meraih dua gelar Serie A dan dua gelar Liga Champions. (Calcioweb.eu)

Nama Clarence Seedorf sendiri sudah sangat melegenda di dunia sepak bola, berkat catatan sejarah yang sulit dipecahkan oleh pemain lain hingga saat ini.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions dengan tiga klub berbeda, yakni Ajak Amsterdam, Real Madrid, dan AC Milan.

Karier panjangnya di level tertinggi Eropa menjadikan sosoknya sebagai panutan bagi banyak pemain muda.

 

Tetap Konsisten Olahraga

Gelandang AC Milan, Clarence Seedorf berteriak kepada rekannya, Kaka saat menghadapi Barcelona pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2005/2006 di San Siro Stadium, Milan (18/4/2006). Hingga pensiun pada Januari 2014, Clarence Seedorf total bermain dalam 125 laga di Liga Champions bersama Ajax, Real Madrid dan AC Milan dengan torehan 11 gol dan 27 assist. Sebanyak 4 trofi diraihnya, masing-masing satu kali bersama Ajax dan Real Madrid, serta dua kali bersama AC Milan. (AFP/Paco Serinelli)

Pengumuman mengenai puasa pertamanya ini memicu gelombang respons positif dari para penggemar serta rekan sesama pesepak bola di seluruh dunia

Meski sudah pensiun dari lapangan hijau, Seedorf tetap mempertahankan gaya hidup atlet yang disiplin. Ia melihat adanya keselarasan antara hal yang ia ketahui dalam olahrag dengan ajaran Islam, terutama dalam hal penguasaan diri dan ketangguhan mental.

Seedorf menambah daftar panjang ikon olahraga yang menemukan kedamaian setelah memeluk agama Islam, dan melalui Ramadan ia membuktikan bahwa pencapaian materi tidak sebanding dengan kekayaan spiritual.

Pengumuman mengenai puasa pertamanya ini memicu gelombang respons positif dari para penggemar serta rekan sesama pesepak bola di seluruh dunia

Meski sudah pensiun dari lapangan hijau, Seedorf tetap mempertahankan gaya hidup atlet yang disiplin. Ia melihat adanya keselarasan antara hal yang ia ketahui dalam olahrag dengan ajaran Islam, terutama dalam hal penguasaan diri dan ketangguhan mental.

Seedorf menambah daftar panjang ikon olahraga yang menemukan kedamaian setelah memeluk agama Islam, dan melalui Ramadan ia membuktikan bahwa pencapaian materi tidak sebanding dengan kekayaan spiritual.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya