Perjudian Taktik Pep Guardiola di Bernabeu Berujung Petaka: Manchester City Dibantai Real Madrid

Taktik menyerang Pep Guardiola justru menjadi bumerang bagi Manchester City

oleh Asad ArifinDiterbitkan 12 Maret 2026, 15:48 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola tampak lesu setelah ditaklukkan Real Madrid pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu (12/3/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City pulang dari Santiago Bernabeu dengan luka besar. Tim asuhan Pep Guardiola dihajar Real Madrid dengan skor telak 0-3 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3) dini hari WIB.

Federico Valverde menjadi mimpi buruk bagi Manchester City. Gelandang asal Uruguay itu mencetak tiga gol pada babak pertama dan memastikan dominasi Real Madrid di kandang sendiri.

Hasil ini terasa ironis bagi Manchester City. Pep Guardiola justru datang ke Bernabeu dengan pendekatan yang sangat ofensif, menurunkan komposisi pemain yang sarat talenta menyerang.

Namun perjudian taktik tersebut justru membuka ruang bagi Real Madrid. Tim tuan rumah dengan cerdik memanfaatkan celah yang muncul dan menghukum City dengan sangat efektif.


Strategi Ofensif Guardiola Jadi Bumerang

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (kanan), dan manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersalam setelah pertandingan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (12-3-2026) dini hari WIB. (Dok. UEFA)

Sejak awal laga, Pep Guardiola terlihat ingin mengambil risiko besar. Ia menurunkan komposisi pemain yang sangat menyerang untuk mencoba mengontrol permainan di Bernabeu.

Pendekatan tersebut sempat terlihat menjanjikan pada beberapa menit awal pertandingan. Manchester City mampu menjaga penguasaan bola dan mencoba menekan pertahanan Real Madrid.

Namun keseimbangan permainan mereka justru menjadi rapuh. Struktur bertahan City beberapa kali terlihat terbuka ketika kehilangan bola di area tengah lapangan.

Real Madrid yang dikenal sangat klinis dalam transisi menyerang langsung memanfaatkan situasi tersebut. Tim tuan rumah menunggu momen yang tepat untuk menghukum celah yang ditinggalkan City.


Real Madrid Menghukum Ambisi Manchester City

Pemain Real Madrid, Federico Valverde (depan), merayakan gol pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Atletico Madrid vs Madrid di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Gol pertama Real Madrid menjadi gambaran jelas kelemahan pendekatan Manchester City. Serangan dimulai dari umpan panjang kiper Thibaut Courtois yang melewati lini pertahanan City.

Bola jatuh di area Nico O'Reilly dan dimanfaatkan dengan sempurna oleh Federico Valverde. Gelandang Uruguay itu berlari mengejar bola sebelum menaklukkan Gianluigi Donnarumma.

Setelah gol tersebut, Real Madrid semakin percaya diri. Mereka mampu mengontrol ritme permainan dan terus menekan pertahanan Manchester City yang terlihat kehilangan keseimbangan.

"Kita mungkin tidak punya banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan. Tentu saja kita akan mencoba. Permainan kami tidak seburuk hasilnya. Kami bermain cukup baik," kata Guardiola dikutip dari BBC Sport.

"Kami telah mencoba melakukan yang terbaik. Kami tidak menciptakan cukup banyak peluang," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya