Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara membuat lontong agar tidak cepat basi sangat penting, terutama jika Anda sering memasaknya untuk kebutuhan keluarga atau usaha kuliner. Lontong yang mudah basi biasanya disebabkan oleh teknik memasak yang kurang tepat, pemilihan bahan yang kurang sesuai, atau proses penyimpanan yang kurang higienis.
Padahal jika dibuat dengan teknik yang benar, lontong bisa bertahan lebih lama dan tetap memiliki tekstur yang padat serta tidak berlendir.
Advertisement
Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa langkah sederhana agar lontong tidak cepat basi menurut Liputan6.com, Kamis (12/03/2026)
1. Pilih Daun Pisang Batu atau Klutuk
Pemilihan daun pisang ternyata sangat berpengaruh terhadap kualitas lontong. Daun pisang batu atau klutuk biasanya lebih tebal dan kuat dibanding jenis lainnya sehingga tidak mudah robek saat direbus.
Daun jenis ini juga memiliki aroma yang khas sehingga dapat memberikan wangi alami pada lontong. Selain itu, permukaan daun yang cukup tebal membantu menjaga bentuk lontong tetap padat selama proses memasak.
Sebelum digunakan, Anda sebaiknya melayukan daun pisang terlebih dahulu di atas api kecil atau dengan air panas. Cara ini membuat daun lebih lentur dan mengurangi risiko daun pecah saat dibentuk menjadi pembungkus lontong.
2. Gunakan Beras Pulen
Jenis beras juga menentukan hasil akhir lontong. Untuk mendapatkan lontong yang padat dan tahan lama, Anda sebaiknya menggunakan beras pulen dengan kadar pati yang cukup tinggi.
Beras pulen menghasilkan tekstur lontong yang lebih kompak sehingga tidak mudah hancur saat dipotong. Selain itu, butiran nasi yang menyatu dengan baik membantu lontong bertahan lebih lama.
Jika Anda menggunakan beras yang terlalu pera, lontong bisa menjadi rapuh dan lebih cepat basi. Oleh karena itu, memilih beras yang tepat merupakan bagian penting dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi.
3. Cuci Beras dengan Benar
Langkah mencuci beras sering dianggap sepele, padahal proses ini sangat memengaruhi kualitas lontong. Beras yang tidak dicuci dengan benar masih mengandung kotoran dan sisa pati berlebih yang bisa mempercepat pembusukan.
Untuk hasil terbaik, Anda sebaiknya mencuci beras sebanyak 3 hingga 4 kali hingga airnya terlihat lebih jernih. Proses ini membantu menghilangkan debu, kotoran, serta sisa kulit beras.
Beras yang bersih membuat lontong lebih higienis dan tidak mudah berlendir. Karena itu, mencuci beras dengan benar termasuk salah satu langkah penting dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi.
4. Tambahkan Sedikit Air Kapur Sirih
Beberapa orang menambahkan sedikit air kapur sirih saat merendam beras sebelum dimasak. Bahan ini sering digunakan untuk membantu memperkuat tekstur makanan berbahan dasar beras.
Anda hanya perlu menambahkan sekitar setengah sendok teh air kapur sirih ke dalam air rendaman beras. Setelah itu, rendam beras selama kurang lebih 30 menit sebelum dimasukkan ke dalam bungkus lontong.
Cara ini membuat lontong menjadi lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih tahan lama sehingga lontong tidak cepat basi.
5. Jangan Isi Lontong Terlalu Penuh
Kesalahan yang sering terjadi saat membuat lontong adalah mengisi beras terlalu penuh ke dalam bungkus daun. Padahal, beras akan mengembang selama proses memasak.
Idealnya, Anda hanya perlu mengisi sekitar setengah hingga dua pertiga bagian bungkus daun pisang. Ruang kosong tersebut memberi tempat bagi beras untuk mengembang dengan sempurna.
Jika diisi terlalu penuh, lontong bisa menjadi terlalu padat dan tidak matang merata. Kondisi ini juga membuat lontong lebih cepat basi karena bagian dalamnya tidak matang sempurna.
6. Tata Lontong dengan Posisi Tegak atau Berdiri
Cara menata lontong saat direbus juga memengaruhi hasil akhirnya. Posisi lontong yang tegak atau berdiri membantu air panas meresap secara merata ke seluruh bagian.
Selain itu, posisi ini juga mencegah lontong saling menekan sehingga bentuknya tetap rapi. Air panas dapat bersirkulasi lebih baik sehingga proses pemasakan berlangsung lebih merata.
Teknik sederhana ini sering digunakan dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi karena membantu memastikan seluruh bagian lontong matang dengan sempurna
7. Masak Lontong dengan Diaron
Teknik diaron berarti memasak beras setengah matang terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam bungkus lontong. Cara ini sering digunakan oleh penjual lontong karena hasilnya lebih tahan lama.
Beras dimasak terlebih dahulu hingga menyerap sebagian air, kemudian dimasukkan ke dalam daun pisang. Setelah itu, lontong direbus kembali selama sekitar 2 hingga 3 jam hingga benar-benar matang.
Metode ini membuat proses pemasakan lebih merata dan membantu lontong bertahan lebih lama. Karena itu, teknik diaron sering menjadi salah satu cara membuat lontong agar tidak cepat basi yang cukup efektif.
FAQ tentang Cara Membuat Lontong Agar Tidak Cepat Basi
Mengapa lontong sering cepat basi?
Lontong biasanya cepat basi karena proses memasak yang tidak matang sempurna atau bahan yang kurang bersih. Kelembapan tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Berapa lama lontong bisa bertahan jika dibuat dengan benar?
Jika dibuat dengan teknik yang tepat, lontong bisa bertahan sekitar 1 hingga 2 hari pada suhu ruang. Penyimpanan di kulkas bisa membuatnya bertahan lebih lama.
Apakah air kapur sirih aman digunakan untuk membuat lontong?
Air kapur sirih aman digunakan dalam jumlah kecil. Bahan ini membantu memperkuat tekstur lontong sehingga lebih kenyal dan tidak mudah hancur.
Bagaimana menyimpan lontong agar tidak cepat basi?
Setelah matang, lontong sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Anda juga bisa menyimpannya di dalam kulkas untuk memperpanjang masa simpan.