Liputan6.com, Jakarta - Museum Zoologicum Bogoriense atau Museum Zoologi di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar) menghadirkan ruang imersif bernama Immerzoa sebagai inovasi untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung sekaligus memperkuat edukasi mengenai keanekaragaman hayati Indonesia.
Ruang Immerzoa dikembangkan oleh PT Mitra Natura Raya selaku pengelola kawasan Kebun Raya yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan didukung SIMPATI sebagai mitra jenama dalam menghadirkan teknologi visual imersif di museum tersebut
Advertisement
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, saat memperkenalkan ruang Immerzoa di Bogor mengatakan, kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi museum agar tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi spesimen, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang lebih hidup dan interaktif bagi pengunjung.
"Transformasi ini mengubah museum dari sekadar ruang penyimpanan spesimen menjadi ruang immersive dan interaktif yang edukatif bagi pengunjung museum,” ujar Marga, melansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Dia mengatakan, Immerzoa ini dirancang sebagai ruang pengalaman visual yang mencoba menggabungkan teknologi imersif dengan seni naratif, agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi satwa langka saja, tetapi juga dapat mengetahui cerita dan fakta unik mengenai fauna di Indonesia melalui teknologi interaktif tersebut.
Ruang Imersif untuk Edukasi dan Pengalaman Emosional Pengunjung
Lebih lanjut, Marga menjelaskan konsep tersebut untuk mengahdirkan pengalaman emosional yang lebih mendalam dalam memahami kekayaan hayati di nusantara. Sehinngga harapannya, edukasi tentang alam tidak lagi terasa dan berjalan statis seperti artefak yang hanya diam di ruang pameran.
Immerzoa memadukan teknologi visual dengan seni naratif. Melalui Immerzoa, edukasi kekayaan hayati nusantara tidak lagi sekadar artefak diam, melainkan pengalaman emosional yang hidup kembali di hadapan mata pengunjung,” tutur Marga.
Management Event Department, Rizki Ramadhan ikut menambahkan penjelasan pada saat soft opening, Immerzoa ini menampilkan sejumlah visual yang diputar secara berulang dalam satu sesi pertunjukan yang berdurasi sekitar 20 menit untuk menjadi kunci daya tarik utama para wisatawan.
Menurutnya, kolaborasi dengan SIMPATI tidak hanya menghadirkan ruang visual, tetapi juga turut mendorong pengembangan ekosistem naratif yang memanfaatkan konetivitas digital guna menghadirkan pengalaman yang lebih hidup.
"Bersama dengan SIMPATI, Immerzoa tidak hanya berhenti sebagai ruang visual, namun berevolusi menjadi sebuah ekosistem naratif yang melampaui batas statis," ucap dia.
Eksplorasi Fauna Nusantara hingga Refleksi Krisis Ekologi
Saat grand opening, lanjut Marga, pengalaman Immerzoa nantinya akan membawa pengunjung melalui tiga babak emosional.
Dimulai dari hadirnya kesadaran tentang luasnya bumi sebagai pijakan kita bersama, ikut mengeksplorasi kekayaan fauna Indonesia dari garis Wallace hingga Weber, serta meningkatkan refleksi terhadap ancaman krisis ekologi dan hilangnya habitat satwa.
Di samping itu, transformasi Museum Zoologi ini juga dilengkapi dengan Instalasi Interactive Book di area mamalia yang memadukan buku fisik dengan teknologi sinematik yang interaktif.
"Instalasi tersebut mengangkat kisah berjudul “Aira dan Para Penjaga Hutan” yang turut menghadirkan narasi tentang peran mamalia dalam menjaga kestabilan ekosistem hutan serta mengajak para pengungjung untuk ikut memahami pentingnya hidup yang selaras dengan alam," kata Marga.
Tak hanya itu, agar pengalaman pengunjung lebih lengkap lagi, pengelola juga tidak lupa menghadirkan area komersial. Di antaranya terdiri dari Cula Cafe sebagai ruang singgah dengan konsep grab-and-go hingga Sora Merchandise yang juga menyediakan berbagai macam produk suvenir bertemakan fauna yang ikut menambahkan pengalaman Immerzoa tersebut.