Liputan6.com, Beijing - Seorang bocah laki-laki asal China mencuri perhatian dunia otomotif setelah menjadi pembalap mobil balap berlisensi termuda. Bocah bernama Shao Ziyan itu memperoleh sertifikasi balap saat baru berusia lima tahun.
Pada usia ketika kebanyakan anak masih belajar berjalan dengan stabil, Shao sudah mampu mengendarai mobil balap, baik melalui simulator profesional maupun di lintasan nyata. Ia pertama kali diperkenalkan pada simulator balap saat berusia satu tahun, sebelum mulai mengemudikan kart balap menjelang usia tiga tahun.
Advertisement
Bakatnya semakin terlihat ketika pada usia empat tahun ia mulai mengikuti kompetisi reli profesional. Dalam ajang China Sprint Rally Championship 2023, Shao berhasil meraih penghargaan “Rising Star” atau Bintang Harapan, dikutip dari laman SCMP, Kamis (12/3/2026).
Kemampuan mengemudinya juga terlihat di dunia virtual. Dalam gim balap populer seperti DiRT Rally 2.0 dan WRC 10, Shao tercatat masuk dalam 30 besar pembalap terbaik dunia secara global. Pencapaian itu mendorong ayahnya untuk memodifikasi mobil reli khusus bagi putranya.
Pada 9 April 2023, Shao yang saat itu berusia lima tahun resmi memperoleh Sertifikat Pelatihan Akademi Mengemudi dari RUN RACING Driving Academy yang disertifikasi oleh Chinese Automobile and Motorcycle Federation. Sertifikat tersebut menjadikannya pembalap balap berlisensi termuda di China.
Tahun lalu, Shao bahkan telah turun ke lintasan dengan mobil reli modifikasi untuk mengikuti China Wuyi Automotive Rally.
Menurut laporan media China, ayah Shao menginvestasikan sekitar 800.000 yuan—sekitar Rp1,7 miliar—untuk memodifikasi mobil reli serta membeli simulator balap canggih. Dalam setiap kompetisi, sang ayah juga bertindak sebagai co-driver atau navigator.
Meski kemampuannya disebut melampaui banyak pengemudi dewasa, Shao tidak diperbolehkan mengendarai mobil tersebut di jalan umum. Mobil balapnya selalu diangkut menggunakan trailer menuju lintasan balap, sesuai ketentuan dalam undang-undang keselamatan lalu lintas China.