Pratikno Ungkap Strategi Pemerintah Mengurai Lonjakan Pemudik Lebaran 2026

Pemerintah melalui Menko PMK Pratikno menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 11 Maret 2026, 18:20 WIB
Menko PMK Pratikno usai hadir dalam Harlah ke-100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, nyaman, dan selamat.

Salah satu fokus utama adalah mendistribusikan pergerakan pemudik agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu. Hal ini mengingat potensi mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 143 juta orang.

Pratikno menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan perjalanan. Mulai dari fleksibel working arrangement (FWA), pengaturan libur sekolah, hingga pengaturan lalu lintas dan transportasi.

"Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu," kata dia dalam Konferensi Pers Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Pengamanan Nasional di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026)

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran tahun 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Namun pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan angka mobilitas aktual biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen.

"Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053, tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak," jelas Praktikno.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah menerapkan fleksibel working arrangement pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026. Kemudian, libur sekolah mulai 16 Maret serta cuti bersama yang diharapkan dapat menyebarkan waktu perjalanan masyarakat.

 

Waspadai Cuaca Buruk

Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode mudik. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi akibat dinamika atmosfer dan potensi bibit siklon.

"Kita juga harus waspada, mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia," tutur Pratikno.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan operasional, antara lain operasi modifikasi cuaca, kesiapan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG, serta pelaksanaan Operasi Ketupat Polri pada 13–26 Maret 2026. Selain itu, posko terpadu lintas kementerian/lembaga juga disiagakan di berbagai titik untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Dalam aspek kesehatan dan keselamatan perjalanan, pemerintah menyiagakan lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum.

"Saat ini sudah dilakukan cek kesehatan terhadap 338 pengemudi bus di sejumlah pool perusahaan dan terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dan akan diperluas ke daerah-daerah lain. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, tes alkohol, serta narkotika dan zat adiktif lainnya," jelas Pratikno.

 

Tetap Waspada

Di sisi lain, Pratikno juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit menular yang saat ini terjadi, seperti campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

"Kami mengajak semua warga untuk memastikan imunisasi campak sudah lengkap, terutama pada anak-anak, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat selama perjalanan mudik," ucap dia.

Selain layanan transportasi dan kesehatan, pemerintah juga memastikan dukungan layanan bagi pemudik seperti penyediaan ribuan Masjid Ramah Pemudik, kesiapan rest area, serta jaminan ketersediaan bahan bakar dan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur utama perjalanan.

Pratikno mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan informasi resmi yang telah disediakan pemerintah guna menjaga kelancaran perjalanan selama periode mudik.

"Kami mengharapkan kerja sama dari semua pihak dan toleransi dari Bapak-Ibu yang mudik untuk menaati saran-saran dari petugas dan selalu memonitor informasi. Semoga mudik ini berjalan aman, lancar, nyaman, sehat, dan menggembirakan," pungkas Pratikno.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya