Pemprov DKI Aktifkan RDF Rorotan untuk Olah Sampah Jakarta Usai Longsor TPST Bantargebang

Pemprov DKI Jakarta mulai mengoperasikan secara bertahap fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 11 Maret 2026, 16:30 WIB
Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara bakal mulai beroperasi pada 15 Februari 2025. (Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengoperasikan secara bertahap fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara (Jakut) untuk membantu pengolahan sampah ibu kota setelah terjadi longsor di Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah dari Jakarta sembari menunggu penataan area yang terdampak longsor di Bantargebang selesai.

"RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1.000 ton per hari," kata Asep dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, layanan pembuangan sampah di TPST Bantargebang masih tetap berjalan melalui beberapa zona yang tidak terdampak longsor. Saat ini pengiriman sampah dilakukan melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.

Ada pun Zona 4 Besar yang terdampak longsor masih dalam proses perapihan sebelum kembali dioperasikan. Setelah penataan selesai, zona tersebut diperkirakan dapat kembali menampung sekitar 1.500 ton sampah per hari.

 

Optimalkan Fasilitas Pengolahan Sampah Lainnya

RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Selain RDF Plant Rorotan, Pemprov DKI juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah lainnya, yakni RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari serta fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih yang mampu mengolah sekitar 100 ton per hari.

"Melalui skema tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari," ucap Asep.

Ia menegaskan langkah pengoperasian RDF Rorotan menjadi bagian dari strategi cepat pemerintah daerah untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan sambil mempercepat pemulihan operasional penuh TPST Bantargebang.

"Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini," tandas Asep.

Infografis Deretan Peristiwa Longsor Sampah Bantargebang hingga Upaya Penanganan. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya