Misteri Hilangnya Warga Situbondo Terungkap di Hari Ketiga Pencarian

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir aliran sungai Lubawang

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 11 Maret 2026, 09:52 WIB
Penemuan mayat di Situbondo

Liputan6.com, Jakarta - Misteri hilangnya Tohari (44), warga Dusun Krajan, Desa Patemon, Kabupten Situbondo terungkap di hari ketiga pencarian. Korban ternyata hanyut terbawa banjir sejak Sabtu lalu.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir aliran sungai Lubawang, Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki, Selasa (10/3/2026).

​Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh seorang warga bernama Arip. Saat itu, saksi sedang berada di pinggir sungai dan dikejutkan dengan tubuh manusia yang tergeletak tanpa busana di samping tumpukan sampah.

​Panik dengan temuan tersebut, saksi segera melapor ke pemukiman warga yang diteruskan ke Pemerintah Desa Lubawang.

​Mendapat laporan warga, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Situbondo, Basarnas Banyuwangi dan Jember, Tagana, serta aparat TNI/Polri segera bergerak menuju lokasi.

​"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung melakukan evakuasi. Jasad kemudian dibawa menggunakan mobil Rescue Tagana menuju RSUD Besuki untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Sruwi Hartanto.

Sekira pukul 20.30 WIB, identitas mayat tersebut dipastikan adalah Tohari, korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Patemon, Kecamatan Jatibanteng, Sabtu (7/3/2026) lalu. Kepastian ini didapat setelah pihak keluarga dan Kepala Desa Patemon melakukan pengecekan visual terhadap ciri-ciri fisik korban.

​"Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni akibat bencana alam dan menolak dilakukan otopsi lebih lanjut dengan membuat surat pernyataan resmi," tambah Sruwi

Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawah menuju rumah duka di Dusun Krajan, Desa Patemon, untuk dimakamkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya