Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), menegaskan, esensi dari peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk menghadirkan keadilan nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan, saat menghadiri acara Tadarus Budaya bertajuk "Menyambut Nuzulul Qur'an dengan CINTA DAN DOA Bersama untuk Iran" yang diselenggarakan oleh DKP Panji Bangsa di Deheng House, Jakarta Selatan.
Advertisement
"Tadarus budaya ini adalah sub dari tadarus Al-Qur'an yang unggul dan lengkap. Budaya menuntut kita untuk berkreasi, menghadirkan, dan berbuat guna menjadikan keadaan lebih baik," ujar Gus Muhaimin di lokasi, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (10/3/2016).
Dalam orasi budayanya, Gus Muhaimin menyoroti visi Al-Qur'an tentang rasa aman dan selamat yang hanya bisa dicapai melalui tegaknya keadilan. Dia mengingatkan para pemimpin, keadilan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa upaya serius.
"Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit. Keadilan itu adalah amanat bagi seorang pemimpin. Esensinya adalah mendekatkan akses bagi orang yang menderita," tegas dia.
Secara khusus, Gus Muhaimin pun menginstruksikan Panji Bangsa untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak umat dan bangsa, terutama bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses kesejahteraan.
"Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit, keadilan itu salah satu amanat bagi seorang pemimpin. Dan keadilan itu adalah mendekatkan akses pada orang yang menderita," tegas Gus Muhaimin.
"Di situlah kita hadir, dan saya minta Panji Bangsa hadir untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat, umat, bangsa dan negara," imbuhnya.
Wajah Islam yang Inklusif
Senada dengan Gus Muhaimin, Ketua Umum Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menjelaskan, Tadarus Budaya didesain untuk menunjukkan wajah Islam yang inklusif dan menyenangkan. Salah satunya dengan berbagai penampilan mulai dari live music, puisi, stand up comedy, hingga atraksi badut perayaan.
"Pesan kami jelas: bagaimana kita bisa mencintai Al-Qur'an dengan riang gembira. Ya ngopi, ya ngaji, melok (ikut) kiai sampai mati, bela PKB sampai mati," ungkap sosok yang akrab disapa Gus Rivqy tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini diawali dengan khataman Al-Qur'an dan dilanjutkan dengan doa bersama untuk kedamaian di Iran dan solidaritas kemanusiaan global, sebagai perwujudan nilai-nilai universal Al-Qur'an yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Hadir dalam acara tersebut Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, sejumlah anggota DPR RI Fraksi PKB, pengurus teras Panji Bangsa, serta masyarakat sekitar.