Eskalasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Sarankan Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah

Dahnil menuturkan imbauan penundaan ibadah umrah juga hasil diskusi dengan Kementerian Luar Negeri.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 11 Maret 2026, 07:45 WIB
Ilustrasi haji, umrah, Makkah. (Photo by Beris Creatives on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah Indonesia untuk menunda terlebih dahulu keberangkatan ibadah umrh. Hal ini menyusul eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah.

"Memang sementara ini kita terkait dengan keberangkatan umrah masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan, karena eskalasi dari konflik kita tidak tahu perkembangannya seperti apa," kata Dahnil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, imbauan tersebut untuk menjaga keselamatan masyarakat Indonesia. Dahnil menuturkan imbauan penundaan ibadah umrah ini juga hasil diskusi dengan Kementerian Luar Negeri.

"Karena kan orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara, karena kan apapun bisa terjadi, kita tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah seperti apa," ujarnya.

Dahnil menyampaikan eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini masih dinamis. Dia mengungkapkan saat ini jumlah keberangkatan jemaah umrah juga mengalami penurunan pascakonflik di Timur Tengah.

"Jadi kita akan memitigasi semua pilihan-pilihan yang terbaik agar kemudian keselamatan jemaah tetap terjaga," tutur Dahnil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya