BRI Siapkan 100 Bus untuk Program Mudik Gratis 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar program mudik gratis pada 17 Maret 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 10 Maret 2026, 20:30 WIB
Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hakim Putratama, dalam acara Iftar Sahabat Pers BRI, di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga menyelenggarakan program Mudik Bersama BRI 2026 yang akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan menyediakan 100 bus untuk sekitar 5.000 pemudik. Program ini melayani beberapa rute perjalanan seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Wonogiri, dan Jakarta–Surabaya.

"Kita menyediakan program mudik bersama BRI 2026. Yang akan dilaksanakan insyaallah tahun 17 Maret 2026. Kita akan menyiapkan 100 bis untuk menangkut sekitar 5.000 pemudik. Dengan beberapa ruten utama,” kata Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hakim Putratama, dalam acara Iftar Sahabat Pers BRI, di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Hakim mengungkapkan, program Mudik Bersama BRI telah berjalan selama tiga tahun, dan rencananya program ini terus berlanjut setiap momen menjelang mudik Lebaran pada tahun berikutnya.

"Sudah kita lakukan 3 tahun.Tiga tahun ya, mungkin akan terus kita lakukan. Dan juga kita banyak mendukung kegiatan-kegiatan yang mungkin diperkasai oleh pihak lain,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya program Mudik Bersama BRI ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para calon pemudik yang susah mendapatkan tiket untuk mudik di hari raya lebaran.

"Jadi, ini juga merupakan inisiatif yang mungkin bisa menjadi pelepas dahaga bagi saudara-saudara kita yang susah mendapatkan tiket dalam tujuan pulang mudik ke kampung,” ungkapnya.

BRI Siapkan Uang kas sebanyak Rp 25 Triliun

Di sisi keuangan, BRI juga menyiapkan uang tunai sebesar Rp 25 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Dana ini terdiri dari saldo rata-rata sebesar Rp 19,7 triliun serta tambahan kas selama 7 hari libur layanan Idul Fitri sebesar Rp 5,3 triliun.

"Kita siapkan tahun ini Rp 25 triliun ini bersumber dari saldo ratas BRI sebesar Rp 19,7 triliun,” pungkasnya.

 

 

3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta, Tanggal Ini jadi Puncak Arus Mudik

Sejumlah kendaraan melintas di tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (8/7/2015). Pemerintah mulai Selasa (7/7) pukul 00.00 WIB memberikan diskon tarif seluruh ruas jalan tol sebesar 25-35 persen sampai Rabu (22/7) pukul 24.00 WIB. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan, sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta via jalan tol selama musim mudik Lebaran 2026. Dengan prediksi puncak arus mudik bakal terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.

"Jadi perkiraan 3,5 juta kendaraan, di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono di Kantor JMTC, Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/3/2026).

Di sisi lain, Rivan menambahkan, puncak arus balik nantinya bakal terjadi pada akhir masa cuti bersama, Selasa, 24 Maret 2026.  "Puncak arus balik nantinya adalah tanggal 24 Maret. Ini adalah H+3 yang diperkirakan ada sebagian, karena harus membagi silaturohmi ke Jakarta, tapi sementara itu ada juga yang sampai dengan di ujung," ungkapnya. 

Adapun dari total 3,5 juta pergerakan mudik via jalan tol, mayoritas atau sebanyak 50 persen akan bergerak ke arah timur melalui Jalan Tol Trans Jawa dan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). 

"Sementara sisanya adalah sekitar 20 persen ke arah Bogor (selatan), dan 28 persen itu ke Merak (barat)," terang Rivan. 

Jasa Marga memberikan perhatian khusus kepada 50 persen pergerakan mudik ke arah timur. Dari proporsi tersebut, mayoritas atau sekitar 57 persen akan pergi menuju Trans Jawa, dan 42 persen sisanya ke Cipularang. 

"Biasanya kepadatan di Km 6,6 adalah karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak, sementara 50 persen yang ke arah Trans Jawa," kata Rivan. 

Pergerakan Mudik sejak H-19

Kendaraan berlalu lalang melintasi tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (8/7/2015). Pemerintah mulai Selasa (7/7) pukul 00.00 WIB memberikan diskon tarif seluruh ruas jalan tol sebesar 25-35 persen sampai Rabu (22/7) pukul 24.00 WIB. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain itu, Jasa Marga mencatat, arus pergerakan mudik keluar Jakarta via jalan tol sudah mulai terlihat sejak H-19 Lebaran 2026, atau pada 2 Maret 2026. Tak hanya mobil pribadi golongan I, pergerakan kendaraan logistik pun terlihat meningkat jelang pembatasan operasional per 13 Maret 2026 mendatang. 

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono memaparkan, lonjakan pergerakan keluar wilayah Jakarta dan sekitarnya sebenarnya sudah terlihat sejak 23 Februari 2026, atau H-26 Lebaran. 

Catatan itu didapat dari realisasi volume lalu lintas di empat gerbang tol (GT) utama yang tersebar di timur-barat-selatan Jakarta, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa. 

"Kami juga menyampaikan bahwa tren kendaraannya sampai dengan hari ini ini sudah mengalami pergeseran," ujar Rivan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya