Prabowo soal Perang di Timur Tengah: Masyarakat Indonesia Harus Siap Hadapi Kesulitan

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan akibat perang di Timur Tengah.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 10 Maret 2026, 13:05 WIB
Momen haru menyelimuti acara Silaturahmi Presiden Prabowo dengan para kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini dunia menghadapi goncangan karena perang meletus hampir di semua kawasan, khususnya Timur Tengah. Dia pun mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan akibat perang di Timur Tengah.

"Seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah, kita terus terang saja, harus siap menghadapi kesulitan," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Maret 2026.

Namun, dia menekankan Indonesia harus berani mengatasi kesulitan. Terlebih, kata Prabowo, bangsa Indonesia memiliki kekuatan yang besar untuk menghadapi kesulitan dan tantangan tersebut.

"Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar," tuturnya.

Prabowo pun menekankan pentingnya kekayaan dan kekuatan Indonesia dikelola dengan baik. agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, dia menegaskan akan memerangi korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang yang membuat kekayaan negara menjadi hilang.

"Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara," ucap Prabowo.

"Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun," jelas dia.

 

Perang Meletus di Timur Tengah

Prabowo Hadiri Rapat Perdana Board of Peace. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berbicara soal perang yang meletus hampir di semua kawasan, khususnya Timur Tengah. Prabowo mengatakan dampak dari eskalasi yang meningkat di Timur Tengah akan dirasakan oleh negara-negara lain, tak terkecuali Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Maret 2026.

"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa Indonesia sudah berada di jalur yang benar dan tidak memihak pada blok atau kekuatan manapun. Prabowo menekankan Indonesia selalu memegang prinsip politik bebas aktif.

"Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun," jelasnya.

 

Prabowo: Perang di Mana-Mana Kita Bersyukur Hampir Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api (Biro Pers)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat mempengaruhi harga pangan. Namun, kata dia, Indonesia harus bersyukur karena hampir mencapai swasembada pangan.

"Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Maret 2026.

Setelah mencapai swasembada beras, dia mengatakan Indonesia akan mencapai kebutuhan protein untuk rakyat. Dengan begitu, Prabowo optimistis pangan nasional aman dalam menghadapi krisis akibat perang.

"Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita. Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan," tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan dirinya juga memperjuangkan swasmbeda energi agar Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan BBM dalam negeri. Dia menyebut sumber energi dapat berasal dari kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu.

"Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," jelas Prabowo.

Infografis Kecanggihan 2 Rudal Supersonik Iran dalam Perang Lawan Israel dan AS. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya