Balik Arah! IHSG Rebound ke 7.443, seluruh Sektor Menghijau

IHSG berhasil bangkit dari keterpurukan perdagangan sebelumnya dengan dibuka menguat tajam. Sektor industri dan cyclical ikut menyokong kenaikan indeks.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 Maret 2026, 09:35 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka perkasa pada perdagangan saham Selasa (10/3/2026). Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG anjlok dalam.

Mengutip data RTI, Selasa (10/3/2026), IHSG hari ini dibuka naik di angka 7.443,04 dari penutupan sebelumnya di level 7.337,36. Pada pukul 09.23 WIB, IHSG masih melanjutkan penguatan dengan naik 1,82% atau 135 poin ke posisi 7.470,57.

Indeks saham LQ45 juga menguat 1,66% ke posisi 763,18. Sebagian besar indeks saham acuan terpantau berada di zona hijau.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 7.499,82 dan terendah 7.437,13.

Sebanyak 522 saham menguat dan mendorong ihsg ke zona hijau. Sementara itu, 120 saham melemah dan 77 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat 413.839 kali dengan volume perdagangan mencapai 7,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sebesar Rp 4,2 triliun.

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 16.869.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham menghijau. Sektor basic mencatat penguatan terbesar dengan naik 3,17%, disusul sektor industri yang melambung 2,92%. Dilanjutkan oleh sektor cyclical yang menguat 2,63%.

IHSG Diprediksi Merosot

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (10/3/2026). IHSG hari ini berpotensi ke posisi 7.140 sebagai area koreksi. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG kembali tertekan pada perdagangan saham Senin, 9 Maret 2026. IHSG anjlok 3,27% ke posisi 7.337 dan disertai dengan peningkatan volume penjualan, dan koreksi dari IHSG sudah mencapai area koreksi minimal di 7.391.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah.

"Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140, sebagai area koreksi berikutnya, Adapun area penguatan IHSG berada pada rentang 7.391-7.421,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.071,7.226 dan level resistance di 7.481,7.712 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Dalam riset PT  Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 7.000-7.485. “Meskpun demikian, potensi pelemahan akan tetap menghantui,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO terkoreksi 2,08% ke 2.350 dan disertai dengan adanya volume pembelian, tetapi koreksinya masih mampu berada di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi ADRO saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [iii],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 2.220-2.280

Target Price: 2.420, 2.540

Stoploss: below 2.170

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya