Serangan Israel Picu Gelombang Pengungsi, Lebanon Catat 517 Ribu Orang Mengungsi

Sebelumnya, Hizbullah mengirim rudal dan drone ke Israel pada Senin (2/3), sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 10 Maret 2026, 10:05 WIB
Sementara, ratusan lainnya mengalami luka-luka. Tampak dalam foto, para pengungsi yang melarikan diri dari serangan udara Israel di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, tidur di Lapangan Martir di pusat kota Beirut, Lebanon, Sabtu 7 Maret 2026. (AP Photo/Bilal Hussein)

Liputan6.com, Beirut - Total sekitar 517.000 orang pengungsi telah terdaftar di platform bantuan pemerintah Lebanon seiring dengan berlanjutnya serangan Israel di seluruh negara itu, kata Menteri Sosial Lebanon Haneen Sayed pada Minggu (8/3/2026).

Sayed mengatakan, saat ini terdapat 117.228 orang pengungsi yang tinggal di 538 tempat pengungsian resmi di seluruh Lebanon, sementara yang lain mendaftar secara daring di luar tempat penampungan melalui platform moza-relief.com.

Dia mengimbau para pengungsi yang belum mendaftar, baik yang berada di dalam maupun di luar tempat pengungsian, untuk mendaftar melalui platform tersebut guna mempermudah penyaluran bantuan, dikutip dari laman Antara News, Selasa (10/3).

Mengenai layanan kesehatan, Sayed menyebut bahwa 429 tempat pengungsian terhubung langsung dengan pusat kesehatan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, yang menyediakan layanan medis dasar untuk tindak lanjut.

Hizbullah meluncurkan rudal dan drone ke Israel pada Senin (2/3), sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan serangan Israel terhadap Lebanon.

Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran dan mengirim pasukan darat ke Lebanon, yang secara signifikan meningkatkan konflik dan menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya