Liputan6.com, Jakarta - Kesempatan untuk bisa berkunjung ke Tanah Suci jelas merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Termasuk juga Natasha Rizky dan Paula Verhoeven yang baru-baru ini menunaikan ibadah umrah.
Saking melekatnya kesan berdiri di hadapan Kakbah dan lokasi penting lainnya, Natasha dan Paula menyempatkan diri menulis rangkaian kalimat indah berisi kesan mereka terhadap Tanah Suci dalam unggahan Instagram mereka.
Advertisement
Natasha Rizky membagikan puisi tentang Mekkah dan Madinah.
"Mecca..Orang- orang datang membawa dosa dan juga harapanBerbondong-bondong dimohonkan ampun,bersamaan dengan tangan yang menengadah," tulisnya.
Baginya, Mekkah adalah tempat bagi manusia untuk melangitkan doa, sekaligus meluruhkan beban yang menggelayuti pikiran.
Ia menulis, "Meminta cerah dalam harap,dari banyaknya titik Rahmat Allah yang begitu luas.Dan entah bagaimana kepala yang kusut itu menjadi jinak, luruh, berlepas.Hingga hati belajar tenang tanpa alasan,menuntun diri untuk kembali kesini,lagi, lagi, lagi.....
Madinah dan Selimut Hati
Sementara Madinah, bagi Natasha Rizky adalah kota penuh kehangatan.
"Jika Madinah adalah kota paling hangat.Maka siapa pun yang bermalam di sana, akan pulang membawa selimut bagi hati yang kadang tak kuat menahan dingin."
Paula Verhoeven dan Takdir Allah
Sementara babagi Paula Verhoeven, ibadah di Tanah Suci menghadirkan perenungan atas perjalanan hidup dan spiritual yang ia jalani.
"Kita diuji agar kembali. Kita ditunda agar bersabar. Kita diberi agar bersyukur. Karena semua yang Allah takdirkan, selalu lebih baik dari yang kita inginkan. ✨" tulis Paula.
Ia melanjutkan, "Di depan Ka’bah, aku berdiri sebagai hamba yang penuh dosa, membawa luka, salah, dan khilaf yang tak terhitung.Air mata jatuh bukan karena merasa pantas, tapi karena Allah masih mengizinkan aku datang dengan rahmat-Mu yg lebih luas dari dosaku."
Cukuplah Allah Sebagai Penolong
Di pengujung unggahan, Paula menyisipkan sebuah kalimat yang begitu kuat, berisi kepasrahan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
"Hasbunallahu wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nasir. 🤍" ia memungkasi pernyataannya.
Cukuplah Allah bagi kami sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik penolong