Serangan Israel ke Hotel di Ibu Kota Lebanon Tewaskan 4 Orang

Selain empat korban tewas, sedikitnya 10 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan Israel.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 08 Maret 2026, 22:21 WIB
Warga memeriksa kerusakan akibat serangan udara Israel di Desa Nabi Chit, Lebanon timur, Sabtu (7/3/2026), setelah serangan pada Jumat (6/3) malam. (Dok. AP/Ali Salem)

Liputan6.com, Beirut - Otoritas kesehatan Lebanon menyatakan bahwa sedikitnya empat orang tewas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah hotel di pusat ibu kota Beirut pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan para komandan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Minggu pagi melaporkan bahwa serangan udara Israel mengenai sebuah kamar hotel di kawasan Raouche, salah satu destinasi wisata populer di Beirut. 

Raouche sebelumnya tidak pernah menjadi sasaran serangan Israel selama perang antara Israel dan kelompok Hizbullah, yang berakhir dengan gencatan senjata pada November 2024. Kawasan tersebut relatif aman selama serangan-serangan Israel berikutnya yang melanggar perjanjian gencatan senjata.

Wilayah yang berada di sepanjang pantai Laut Mediterania itu memiliki puluhan hotel yang kini dipadati para pengungsi. Banyak dari mereka melarikan diri dari rumah mereka di wilayah lain Lebanon akibat pertempuran yang masih berlangsung.

Hotel yang menjadi sasaran serangan diketahui menampung warga yang mengungsi dari perang di Lebanon selatan serta dari wilayah pinggiran selatan Beirut. Setelah serangan terjadi, sejumlah orang terlihat meninggalkan gedung tersebut karena khawatir akan adanya serangan udara lanjutan.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan para komandan utama dari Pasukan Quds, unit elite IRGC. Namun, militer Israel tidak menyebutkan nama para komandan yang dimaksud. Demikian seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.

Militer Israel menyatakan bahwa para komandan Pasukan Quds yang beroperasi di Lebanon terlibat dalam upaya mendukung dan mengembangkan serangan terhadap Israel dan warga sipilnya.

Lebanon terseret ke dalam konflik regional pada 2 Maret lalu setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyerang Israel. Serangan itu dilakukan sebagai respons atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayathllah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

 

Lebih dari 300 Orang Tewas dalam Sepekan

Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine pada Minggu mengatakan bahwa serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 394 orang dalam sepekan terakhir. Dari jumlah tersebut, 83 korban adalah anak-anak dan 42 lainnya perempuan. Sembilan petugas penyelamat termasuk di antara korban tewas.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel melancarkan beberapa gelombang serangan di berbagai wilayah Lebanon dan mengirim pasukan darat ke area perbatasan.

Serangan pada Minggu dini hari ini merupakan serangan kedua Israel terhadap hotel di wilayah Beirut dalam sepekan terakhir. Pada Rabu (4/3), serangan udara Israel juga menghantam sebuah hotel di kawasan Hazmieh, lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di luar Beirut.

Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah meluncurkan serangan roket pada Minggu pagi yang menargetkan pasukan Israel serta sebuah kota di seberang perbatasan. Kelompok tersebut juga menyatakan bahwa para pejuangnya terlibat bentrokan dengan pasukan Israel di dekat kota perbatasan Aitaroun.

Sementara itu, militer Israel pada Minggu mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi warga di empat desa di Lebanon selatan.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya menyatakan bahwa dampak pengungsian akibat konflik ini berpotensi sangat besar, baik secara kemanusiaan maupun politik.

"Konsekuensi dari pengungsian ini, baik pada tingkat kemanusiaan maupun politik, mungkin belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negaranya telah terseret ke dalam perang yang menghancurkan dan bukan sesuatu yang diinginkan oleh Lebanon.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya