BYD Siapkan 2.000 Stasiun Pengisian Daya Cepat, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 5 Menit

BYD meluncurkan strategi baru untuk meningkatkan infrastruktur, terkait pengisian daya cepat kendaraan listrik

oleh Arief AszhariDiterbitkan 09 Maret 2026, 10:17 WIB
BYD Siapkan 2.000 Stasiun Pengisian Cepat Mobil Listrik, Isi Baterai BYD Siapkan 2.000 Stasiun Pengisian Cepat Mobil Listrik, Isi Baterai Cuma 5 Menit (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD meluncurkan strategi baru untuk meningkatkan infrastruktur, terkait pengisian daya cepat kendaraan listrik, melalui terknologi flash charging. Langkah ini diperkenalkan setelah perusahaan merilis Blade Battery generasi kedua, pada 5 Maret 2026.

General Manager Branding and Public Relations BYD, Li Yunfei mengatakan perusahaan menargetkan pembangunan 20.000 stasiun pengisian daya tingkat megawatt hingga akhir 2026. 

"Teknologi tukar baterai dan pengisian cepat memiliki tujuan yang sama dalam mendukung adopsi kendaraan listrik," ujar Li Yunfei, disitat dari Carnewschina.

Teknologi pengisian terbaru BYD ini memungkinkan baterai terisi dari 10 persen hingga 70 persen, hanya dalam 5 menit menggunakan sistem Megawatt Flash Charge 2.0, yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua.

Kecepatan ini mendekati waktu penggantian baterai pada sistem battery swap yang selama ini menjadi keunggulan produsen mobil listrik seperti Nio, yang dapat menyelesaikan proses dalam sekitar tiga menit. 

Selain kecepatan, BYD juga mengklaim teknologi barunya mampu bekerja lebih baik di kondisi ekstrem.

Sistem manajemen termal terbaru memungkinkan baterai diisi dari 20 persen hingga 97 persen dalam 12 menit pada suhu -30°C, yang dinilai dapat mengatasi kelemahan sistem tukar baterai di wilayah bersuhu sangat dingin.

Infrastruktur BYD

Dari sisi infrastruktur, rencana ekspansi BYD juga tergolong agresif. Hingga Maret 2026, perusahaan telah memiliki sekitar 4.239 stasiun pengisian flash, sementara targetnya meningkat menjadi 20.000 unit pada akhir tahun.

Jumlah tersebut berpotensi melampaui jaringan battery swap milik Nio, CATL, dan Aulton jika digabungkan.

Strategi ini juga diklaim lebih efisien dari sisi biaya. BYD menggunakan teknologi penyimpanan energi internal yang berfungsi sebagai 'penguat daya', menarik listrik sekitar 100 kW dari jaringan lalu melepaskannya hingga 1.500 kW saat pengisian kendaraan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya