Vale Kantongi Penjualan Ore 2,2 Juta Ton di Morowali Awal 2026

Vale menyebutkan, capaian awal 2026 menjadi indikator konsistensi operasional perusahaan di tengah kondisi industri yang penuh tantangan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 06 Maret 2026, 21:50 WIB
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Foto: tangkapan layar/laman Vale Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tekanan harga komoditas global, gangguan rantai pasok, serta tuntutan standar keberlanjutan yang semakin tinggi, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid pada awal 2026. Melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, perusahaan berhasil membukukan produksi sekaligus penjualan bijih nikel (ore) sebesar 2,2 juta ton.

Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi operasional perusahaan di tengah kondisi industri yang penuh tantangan. Realisasi produksi ini juga mencerminkan kesiapan perencanaan, disiplin eksekusi di lapangan, serta koordinasi yang terjaga di berbagai lini operasional.

Perusahaan menyebutkan, keberhasilan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh strategi operasional, tetapi juga oleh kolaborasi antara karyawan, mitra kerja, kontraktor, serta dukungan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Direktur sekaligus Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menilai capaian awal tahun ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan,  keberhasilan tersebut tidak hanya berkaitan dengan volume produksi dan penjualan. Perusahaan juga berupaya menjaga praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan menempatkan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas dalam setiap aktivitas operasional.

Di wilayah Morowali, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan masyarakat. Program tersebut meliputi peningkatan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur dasar, hingga kegiatan lingkungan yang mendukung keberlanjutan kawasan sekitar tambang.

Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melakukan hydroseeding seluas 16 hektare, memasang sistem pengendalian erosi di jalur tambang (mine haul road), serta membangun fasilitas pembibitan (nursery) dengan kapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung program reklamasi pascatambang.

 

 

Kesiapan Proyek

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID kembali menegaskan komitmen untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: MIND ID

Sementara itu, Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menyebut capaian awal tahun ini menunjukkan kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.

"Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” jelas Wafir.

Ia menilai dinamika industri pertambangan yang terus berubah justru menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperkuat ketahanan organisasi serta meningkatkan kolaborasi internal.

"Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan terus mendorong efisiensi operasional serta pemanfaatan inovasi di berbagai aspek kegiatan tambang. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas peralatan, serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja.

Prioitas Utama

Selain itu, penerapan budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama juga terus diperkuat di seluruh lini operasional.

Perusahaan juga menilai dukungan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, berperan penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek regulasi dan perizinan, tetapi juga upaya bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Realisasi produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal tahun ini menjadi fondasi bagi pencapaian target kinerja perusahaan sepanjang 2026. Dengan perencanaan yang terukur serta disiplin pelaksanaan di lapangan, PT Vale melalui IGP Morowali menargetkan pertumbuhan yang tetap seimbang antara peningkatan produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya