Anggaran Pertahanan China Naik 7%, Masih Jadi Terbesar Kedua di Dunia

China tetap menjadi negara dengan pengeluaran militer terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Maret 2026, 07:00 WIB
Kendaraan militer melintas membawa senjata canggih saat parade HUT ke-70 RRC di Beijing, China, Selasa (1/10/2019). Persenjataan yang dipamerkan dalam HUT ke-70 RRC ini termasuk rudal bersenjata nuklir yang bisa mencapai AS dalam 30 menit. (AP Photo/Ng Han Guan)

Liputan6.com, Jakarta - China berencana meningkatkan anggaran pertahanan sekitar 7% pada tahun ini, Jika terealisasi, kenaikan tersebut akan menjadi laju peningkatan belanja militer paling lambat sejak 2021.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Kamis (5/3/2026), dalam tiga tahun terakhir, China secara konsisten menaikkan anggaran pertahanan sekitar 7,2% per tahun.

Data resmi menunjukkan Beijing menaikkan belanja militernya 7,1% pada 2022 dan 6,8% pada 2021.

Menurut laporan tersebut, pemerintah China akan terus mendorong pengembangan kemampuan tempur modern, termasuk mempercepat pembangunan sistem pertahanan yang lebih canggih.

Selain itu, Beijing juga menargetkan modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata secara lebih berkualitas.

Sejumlah sistem persenjataan terbaru China, termasuk rudal jarak jauh, bahkan sempat dipamerkan dalam parade militer yang digelar pada September lalu.

 

Dibahas National People’s Congress

Kendaraan militer membawa rudal balistik DF-17 dalam parade HUT ke-70 RRC di Beijing, China, Selasa (1/10/2019). DF-17 merupakan rudal balistik berkecepatan hipersonik yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Rencana kenaikan anggaran pertahanan ini akan dibahas dalam National People’s Congress (NPC), pertemuan parlemen tahunan China yang berlangsung selama delapan hari dan dimulai pada Kamis.

Pertemuan tersebut biasanya menjadi forum untuk menyetujui anggaran negara serta target pembangunan ekonomi dan militer untuk satu tahun ke depan.

Pada tahun lalu, China mengusulkan anggaran pertahanan sebesar 1,78 triliun yuan, atau sekitar USD 244,99 miliar saat itu.

Menurut data International Institute for Strategic Studies (IISS), China menyumbang hampir 44% dari total belanja militer Asia pada 2025, meningkat dibandingkan sekitar 39% pada 2017.

 

China Tetap Jadi Negara dengan Belanja Militer Terbesar Kedua

Warga mengibarkan bendera China saat kendaraan militer yang membawa Dongfeng-41 atau DF-41 melintas dalam parade militer di Beijing, 1 Oktober 2019. Rudal balistik antarbenua DF-41 menjadi sorotan pengamat dan ahli persenjataan dunia karena disebut dapat menjangkau wilayah AS. (AP/Mark Schiefelbein)

Secara global, China juga masih menempati posisi kedua terbesar dalam pengeluaran militer, setelah Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat menganggarkan sekitar USD 849,77 miliar untuk pertahanan pada tahun fiskal 2025.

Namun, data dari lembaga nirlaba USAFacts menunjukkan total pengeluaran militer AS pada periode tersebut mencapai sekitar USD 919,2 miliar, naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup sekitar 13% dari total anggaran federal AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya