Setelah Anjlok 4,57%, IHSG Hari Ini Diprediksi Bangkit

Tekanan geopolitik dan outlook Fitch membuat IHSG jatuh, namun peluang technical rebound masih terbuka.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Maret 2026, 08:45 WIB
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI), Kamis (5/3/2026), menyebutkan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global dan perkembangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG ditutup anjlok 4,57% ke level 7.577, sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global.

Selain itu, sentimen domestik juga turut menekan pasar setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap berada di level BBB.

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan.

Di pasar valuta asing, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

 

Kebijakan Transparansi Saham Dinilai Positif

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari kebijakan pasar modal.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai menerapkan kebijakan keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, sebagai bagian dari penyesuaian standar MSCI.

Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia. Namun dalam jangka pendek, langkah tersebut juga berpotensi membuat investor lebih berhati-hati.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki peluang rebound dengan level support di 7.516 dan resistance di 7.693.

Peluang pemulihan ini juga didukung oleh penguatan bursa saham global, terutama di Wall Street.

 

Wall Street Menguat

Ilustrasi seorang pedagang efek tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York atau Wall Street, Selasa, 8 Juli 2025. (Foto: AP/Richard Drew)

Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di Wall Street ditutup menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke level 48.739,41, sementara S&P 500 menguat 0,78% menjadi 6.869,50.

Adapun indeks teknologi Nasdaq melonjak 1,29% ke level 22.807,48.

Penguatan pasar saham Amerika Serikat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

 

Rekomendasi Saham

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, antara lain:

  • HRTA
  • AADI
  • ESSA

Investor tetap disarankan mencermati perkembangan konflik geopolitik global serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi mempengaruhi arah pasar saham domestik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya