Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta Indonesia, menyusul tingginya peredaran misinformasi dan kejahatan digital di media sosial.
Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Advertisement
Informasi lain yang juga populer datang dari iPhone 17 yang diinilai lebih unggul dari Samsung Galaxy S26.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Menkomdigi Sidak Kantor Meta Indonesia, Soroti Misinformasi Kesehatan hingga Kejahatan Digital
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta Indonesia sebagai bentuk penegasan terhadap pengawasan konten di platform digital.
Langkah tersebut diambil menyusul tingginya peredaran misinformasi dan kejahatan digital di media sosial.
Meutya menegaskan pemerintah tidak dapat tinggal diam melihat masifnya penyebaran misinformasi di ruang digital Indonesia yang memiliki sekitar 230 juta pengguna internet.
Ia juga menjelaskan, misinformasi kesehatan menjadi kategori dengan tingkat peredaran tertinggi di ruang digital.
"Kami banyak sekali menerima komplain, masukan dari dokter-dokter dan mereka yang bergerak di sektor kesehatan terkait misinformasi yang berakibat terhadap hilangnya nyawa anak-anak dan masyarakat," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain misinformasi kesehatan, kategori kedua yang paling banyak dilaporkan adalah kejahatan digital. Bentuknya meliputi scamming serta berbagai modus penipuan daring yang turut mendominasi laporan.
2. iPhone 17 Dinilai Lebih Unggul dari Galaxy S26, Intip Perbandingannya dari Layar hingga Kamera
iPhone 17 lebih dulu mencuri perhatian di pasar, sebelum Samsung resmi meluncurkan seri Galaxy S26 pada 26 Februari 2026. Dari seluruh lini yang diperkenalkan, Galaxy S26 Ultra menjadi model yang paling menonjol.
Pasalnya, perangkat ini mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan varian lainnya. Selain pembaruan pada sektor performa, Galaxy S26 Ultra juga menjadi ponsel pertama Samsung yang dibekali fitur Privacy Display.
Sementara itu, model Galaxy S26 standar dan varian lainnya hadir dengan peningkatan yang relatif terbatas. Pembaruan yang diberikan lebih berfokus pada penggunaan prosesor yang lebih cepat serta kapasitas baterai yang sedikit lebih besar, tanpa banyak perubahan signifikan pada aspek lainnya.
Di sisi lain, iPhone 17 diklaim menawarkan lebih banyak fitur dengan nilai keseluruhan yang kompetitif, sehingga berpotensi menjadi pesaing kuat bagi Galaxy S26.
Ketahanan Air yang Lebih Kuat
Mengutip SamMobile, Rabu (4/3/2026), kedua perangkat tersebut sama-sama mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Namun, iPhone 17 diklaim mampu bertahan saat direndam di dalam air hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit. Sementara itu, Galaxy S26 memiliki ketahanan terhadap perendaman air tawar hingga kedalaman 1,5 meter dalam durasi yang sama.
Perbedaan batas kedalaman menjadi perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua perangkat tersebut.
Baca selengkapnya di sini
3. Apple Rilis Chip M5 Pro dan M5 Max, Performa AI Melonjak hingga 4 Kali Lebih Cepat
Apple semakin serius untuk mempercepat evolusi Apple silicon atau chipset buatan mereka sendiri dengan memperkenalkan dua chip terbaru, yakni M5 Pro dan M5 Max.
Perusahaan menyebutkan, M5 Pro dan M5 Max dibangun menggunakan Fusion Architecture terbaru rancangan Apple. Arsitektur ini menggabungkan dua dies 3 nanometer generasi ketiga ke dalam satu system on chip.
Di dalamnya terdapat CPU baru, GPU generasi selanjutnya, Media Engine, pengontrol memori terpadu, Neural Engine, serta dukungan Thunderbolt 5 langsung dari chip.
Pembuat iPhone ini menyebutkan, chip M5 Pro dan M5 Max sebagai chipset tercanggih untuk laptop profesional saat ini.
“M5 Pro dan M5 Max merupakan lompatan besar bagi Apple silicon, memanfaatkan Fusion Architecture baru kami untuk meningkatkan skala Apple silicon sambil tetap mempertahankan prinsip utamanya, yaitu integrasi, efisiensi daya, dan memori terintegrasi,” kata Johny Srouji, Senior Vice President, Hardware Technologies di Apple.
Johny mengatakan, “Kedua chip ini menekankan laju inovasi kami yang tanpa henti, melalui integrasi CPU tercepat di dunia, GPU generasi berikutnya dengan Neural Accelerator, Neural Engine yang lebih cepat, dan arsitektur memori terintegrasi bandwidth tinggi, menghasilkan perpaduan tak tertandingi akan performa, efisiensi, dan kemampuan AI yang mengagumkan pada perangkat untuk MacBook Pro."