Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan dengan keistimewaannya pasti berlalu seturut berjalannya waktu. Bagi muslim, amalan setelah Ramadhan agar pahala tetap terjaga begitu penting mengingat Ramadhan adalah madrasah untuk mengasah diri dalam kehidupan selanjutnya di luar bulan suci.
Melalui pembinaan intensif di bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan keluar sebagai pribadi bertakwa, siap menghadapi sebelas bulan berikutnya dengan bekal keimanan yang kokoh. Di sisi lain, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.
Advertisement
Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi fondasi penting dalam memahami esensi ibadah setelah Ramadhan. Bukan seberapa besar amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan, tetapi bagaimana kita mampu mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah tersebut di bulan-bulan berikutnya.
Berikut ini adalah amalan setelah Ramadhan, merujuk ebook DA’WAH ISLAMIAH: Amalan Sesudah Bulan Ramadhan, karya Sukamto, UII diperkuat dengan pandangan ulama klasik dan kontemporer.
Berikut adalah amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk menjaga semangat ibadah pasca-Ramadhan, lengkap dengan dalil dan penjelasan ulama:
1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan setelah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, no. 1164)
Imam An-Nawawi dan Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan bahwa keutamaan puasa Syawal seperti puasa setahun penuh karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Puasa Ramadhan selama sebulan dihitung seperti sepuluh bulan, ditambah enam hari puasa Syawal yang nilainya seperti dua bulan, maka totalnya setara puasa dua belas bulan atau satu tahun penuh .
Tata Cara Pelaksanaan:
- Dilaksanakan sebanyak enam hari di bulan Syawal
- Boleh berturut-turut atau berselang hari
- Waktu pelaksanaan mulai tanggal 2 Syawal (karena 1 Syawal diharamkan berpuasa)
- Lebih diutamakan berturut-turut jika mampu
Niat Puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā(Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah ta'ala).
2. Menjaga Shalat Sunnah
Shalat sunnah memiliki keutamaan besar, terutama karena dapat menutupi kekurangan dalam shalat wajib. Di antara shalat sunnah yang sangat dianjurkan:
a. Shalat Tahajud (Qiyamul Lail)
Rasulullah SAW mendoakan rahmat bagi suami yang bangun malam untuk shalat dan membangunkan istrinya:
رَحِمَ اللهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ
"Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam, kemudian ia shalat dan membangunkan istrinya..." (HR. Abu Dawud)
b. Shalat Dhuha
Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ... وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
"Setiap pagi, setiap persendian kalian wajib dikeluarkan sedekahnya... Dan semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Muslim)
c. Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib, baik sebelum maupun sesudahnya.
3. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an tidak boleh hanya menjadi tradisi Ramadhan. Allah SWT berfirman:
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
"Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an." (QS. Al-Muzzammil: 20)
Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang paling utama setelah shalat wajib. Bahkan sebagian ulama salaf mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tujuh hari sekali di luar Ramadhan.
Tips menjaga rutinitas membaca Al-Qur'an:
- Tetapkan target harian, meskipun hanya satu halaman
- Konsisten pada waktu yang sama setiap hari
- Bergabung dengan majelis tadarus
- Manfaatkan aplikasi Al-Qur'an di ponsel.
4. Bersedekah dan Berinfak
Kebiasaan bersedekah di bulan Ramadhan hendaknya terus berlanjut. Rasulullah SAW bersabda:
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
"Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Baqarah ayat 3:
وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"Dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan sifat orang bertakwa yang selalu menginfakkan hartanya di jalan kebaikan, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
5. Berzikir dan Berdoa
Zikir adalah amalan ringan namun berat timbangannya. Allah SWT berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)
Amalan zikir harian yang bisa dijaga:
- Zikir pagi dan petang
- Istighfar (minimal 100 kali sehari)
- Tasbih, tahmid, takbir, tahlil
- Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa menyatakan bahwa zikir adalah makanan rohani bagi hati. Sebagaimana tubuh membutuhkan makanan, hati pun membutuhkan zikir agar tetap hidup dan bercahaya.
6. Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)
Penjelasan Ulama:Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
مَا تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى بِشَيْءٍ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلَ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ
"Tiada ibadah yang lebih utama setelah shalat wajib daripada menuntut ilmu." (An-Nawawi, Al-Majmu': 33)
Beliau juga membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat, dan sepertiga untuk istirahat. Ini menunjukkan tingginya semangat menuntut ilmu pada ulama salaf.
7. Menjaga Silaturahmi
Silaturahmi adalah amalan yang membawa berkah dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa silaturahmi yang dimaksud mencakup:
- Mengunjungi keluarga dan kerabat
- Membantu mereka yang membutuhkan
- Menjalin komunikasi meskipun jauh
- Memaafkan kesalahan dan kekhilafan
Di Indonesia, tradisi silaturahmi di bulan Syawal diwujudkan dalam bentuk halal bihalal—saling mengunjungi dan memaafkan.
8. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah kunci pembuka rezeki dan penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Siapa saja yang membiasakan istigfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya, memberikan kelapangan atas segala kesusahannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud)
Allah SWT berfirman melalui lisan Nabi Nuh AS:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).
Fadhilah Ramadhan, Madrasah Mengasah Ketakwaan
Ramadhan adalah bulan pelatihan spiritual yang dirancang Allah untuk membentuk pribadi bertakwa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Beberapa fadhilah Ramadhan yang menjadikannya madrasah ketakwaan:
- Bulan penuh ampunan: Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
- Pelatihan pengendalian diri: Puasa mengajarkan kita menahan hawa nafsu, lapar, dahaga, dan syahwat.
- Meningkatkan empati sosial: Merasakan lapar dan dahaga membuat kita lebih peka terhadap penderitaan saudara yang kekurangan.
- Membiasakan kedisiplinan: Waktu sahur, berbuka, shalat tarawih, dan tadarus melatih kita untuk disiplin mengatur waktu.
- Momentum perbaikan diri: Di bulan inilah kita berlomba-lomba meninggalkan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik.
Jika Ramadhan telah melatih semua itu, maka tugas kita selanjutnya adalah mengaplikasikan pelatihan tersebut dalam kehidupan sehari-hari selama sebelas bulan ke depan.
People also Ask:
Apa amalan yang dianjurkan setelah Ramadhan untuk mempertahankan kebiasaan baik?
Membaca dan mentadaburi Al-Qur'an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syawal. Kebiasaan membaca Al-Qur'an yang telah terbentuk selama Ramadhan sebaiknya dipertahankan di Syawal.
Hadits barang siapa senang dengan datangnya bulan Ramadhan?
Problematika Hadits Bergembira di Bulan Ramadhan - Pondok ...Hadits populer yang sering disampaikan adalah, "Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka," meskipun statusnya diperdebatkan sebagian kalangan karena tidak ditemukan di kitab-kitab hadits utama, namun ada hadits sahih lain yang menguatkan keutamaan Ramadhan yang mendorong kegembiraan seperti, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan..." yang menjelaskan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka, mendorong umat Islam untuk bersukacita menyambutnya.
Apa saja amalan 10 hari terakhir Ramadhan?
5 Amalan Sunnah di 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Pahalanya...Melaksanakan I'tikaf di Masjid. ...Memperbanyak Membaca Al-Qur'an. ...Memperbanyak Doa. ...Menghidupkan Malam dengan Qiyamul Lail dan Dzikir. ...Rajin Bersedekah.
Apa yang dilakukan umat Muslim setelah Ramadan berakhir?
Eid al-Fitr - WikipediaIdul Fitri menandai berakhirnya Ramadan dan merupakan salah satu perayaan Islam yang paling penting. Perayaan ini dimulai dengan salat berjamaah dan dilanjutkan dengan kunjungan ke kerabat, pemberian hadiah, dan makan bersama .
Bagaimana cara menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan selesai?
Berikut beberapa cara untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan:Melanjutkan Puasa Sunnah Syawal. ...Menjaga Kualitas Salat Wajib dan Sunnah. ...Konsisten Membaca Al-Qur'an. ...Memperbanyak Sedekah dan Berbuat Kebaikan. ...Mempererat Silaturahmi. ...6. Berdoa agar Diberi Keistiqamahan.