Kinerja KIJA 2025 Melesat, Laba Bersih Capai Rp 857 Miliar

PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatat pendapatan Rp 5,1 triliun pada 2025 dengan laba bersih Rp 857 miliar dan penjualan rekor Rp 3,6 triliun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Maret 2026, 06:00 WIB
PT Jababeka Tbk (KIJA) terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan paling dinamis di kawasan timur Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp 5,15 triliun, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun 2024. Pencapaian ini mencerminkan permintaan yang tetap kuat terhadap kawasan industri milik perseroan di tengah dinamika ekonomi global.

DIkutip Dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Kamis (4/3/2026), kinerja tersebut ditopang oleh beberapa pilar bisnis utama perusahaan, terutama dari sektor infrastruktur yang mencatat pertumbuhan signifikan. Pendapatan dari pilar infrastruktur meningkat 34 persen, dari Rp 1,91 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,57 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan listrik dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal.

Subsegmen pembangkit listrik mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan pendapatan sebesar 54 persen menjadi Rp 1,81 triliun. Sementara itu, layanan air bersih, pengelolaan limbah, serta pengelolaan kawasan industri juga mencatat kenaikan pendapatan sekitar 5 persen menjadi Rp 521,1 miliar.

Sebaliknya, segmen dry port mengalami penurunan pendapatan sekitar 9 persen akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.

Secara keseluruhan, kontribusi pendapatan berulang dari pilar infrastruktur meningkat menjadi 50 persen dari total pendapatan pada 2025, dibandingkan 41 persen pada 2024, yang menunjukkan semakin kuatnya sumber pendapatan berkelanjutan perusahaan.

 

Laba Bersih KIJA

Selain itu, pilar Land Development & Property mencatat pendapatan Rp2,46 triliun, sementara segmen Leisure & Hospitality menyumbang Rp124,8 miliar, dengan bisnis golf sebagai kontributor terbesar.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih KIJA meningkat menjadi Rp 857,1 miliar pada 2025, naik dari Rp 770 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kinerja operasional yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, serta penurunan rugi selisih kurs.

Sementara itu, EBITDA perusahaan mencapai Rp1,74 triliun, tumbuh sekitar 7 persen dibandingkan 2024.

KIJA juga mencatat posisi kas yang kuat dengan saldo kas konsolidasian mencapai Rp 3,6 triliun pada akhir 2025, meningkat signifikan dari Rp 2 triliun pada akhir 2024.

 

Marketing Sales

Selain kinerja keuangan, perusahaan juga mencatat pencapaian penting pada sisi penjualan pemasaran (marketing sales). Sepanjang 2025, KIJA berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,6 triliun, melampaui target perusahaan sebesar Rp3,5 triliun dan menjadi rekor tertinggi baru.

Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan 2024, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan industri Jababeka tetap menarik bagi investor dan pelaku industri.

Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun, yang sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan lahan industri di kawasan Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, sekitar Rp 1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan wilayah lainnya, sedangkan Rp 2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal yang seluruhnya merupakan produk industri.

Perusahaan optimistis permintaan terhadap lahan industri tetap kuat seiring pertumbuhan investasi manufaktur dan pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya