Menteri LH Hanif Faisol Sebut Kota Bandung Masih Perlu Pembinaan Pengelolaan Sampah

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq tegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber dan jangan dibebankan kepada TPA.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 02 Maret 2026, 15:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026). (Dok.kemenlh)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH atau Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pengelolaan sampah di Kota Bandung harus dimulai dari sumbernya dan tidak hanya mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), terutama di kawasan dengan timbulan sampah tinggi seperti pasar.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Kota Bandung untuk mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Kegiatan dimulai dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui aksi bersih di sekitar Pasar Simpang Dago.

Ia menekankan pengelolaan sampah harus mulai dibiasakan dari unit-unit terkecil seperti keluarga agar dapat menekan beban kelola di TPA.

"Kita harus memulai dari rumah, pasar, dan pusat-pusat kegiatan lainnya untuk memilah sampah secara benar. Sampah yang dikelola dengan tepat sejak awal akan mengurangi beban TPA," ujar Hanif dilansir dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya, edukasi dan pendampingan kepada pedagang pasar serta warga sekitar perlu diperkuat agar pemilahan sampah organik dan anorganik dapat berjalan konsisten setiap hari.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai jual bisa masuk ke rantai daur ulang. 

Dengan langkah tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan sehingga menciptakan manfaat lingkungan dan ekonomi bagi warga.

Ia juga mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat yang kolaboratif dalam mewujudkan fasilitas pengelolaan limbah seperti bank sampah dan program kebersihan yang dinilai mampu meningkatkan mutu dan kualitas lingkungan.

Meninjau Tempat Pengelolaan Sampah

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq meninjau TPST Babakan Siliwangi Kota Bandung dan TPA Sarimukti, Selasa (24/12/2024). (sumber foto: Biro Adpim Jabar)

Sebagai bagian dari kunjungan kerja, Hanif meninjau beberapa tempat pengelolaan sampah di Kota Bandung. Pertama, ia meninjau Bank Sampah Dababersih Dago, yang menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. 

Program ini memberikan contoh bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah anorganik yang dikelola.

Kedua, ia juga mengunjungi Kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 19, Antapani Tengah, termasuk Program Petugas Pemilah Pengolahan Sampah (Gaslah), yang menguatkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan permukiman. 

Program tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang harus diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan.

Ketiga, sebagai upaya jangka panjang, Hanif melakukan tinjauan ke calon lokasi pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan eks TPA Jelekong. 

Fasilitas ini juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah dan menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Kota Bandung Masih Butuh Pembinaan

TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. (Dok. Pemprov Jabar)

Menurut Hanif, meskipun telah menunjukkan kemajuan, Kota Bandung masih sangat memerlukan perhatian yang cukup dalam menangani masalah sampah.

Berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan sampah tahun 2025, Kota Bandung termasuk ke dalam daftar 253 kabupaten/kota yang masih berada dalam kategori pembinaan. 

Oleh karena itu, Hanif menekankan bahwa komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak awal sangat krusial.

Ia menekankan perlu adanya kontribusi aktif dari masyarakat agar pengelolaan sampah berkelanjutan dapat terwujud.

"Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama pengelolaan sampah yang efektif. Tanpa partisipasi aktif dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah yang berkelanjutan sulit tercapai," tegas Hanif.

Hanif mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen yang ditegaskan dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 untuk memastikan bahwa target pengurangan dan penanganan sampah tercapai, termasuk mengakhiri praktik open dumping dan meminimalkan residu yang masuk ke TPA.

Infografis Journal_ Apa itu Sampah Organik dan Anorganik? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya