Cerita Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Mantan Wapres yang Mencicil 15 Tahun Demi Punya Rumah Pribadi

Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir hari ini di RSPAD.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 02 Maret 2026, 11:03 WIB
Wapres ke-6 Try Sutrisno saat menjadi orator Supermentor-6: Leaders, Jakarta, Minggu (17/5/2015). Orasi empat tokoh negarawan dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional ke-107 (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sederet jabatan penting pernah diemban Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno semasa aktif di militer. Puncak karir tertingginya adalah ketika menjadi wakil presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto.

Meski sosok terpandang, cerita hidup Try Sutrisno juga pernah pasang surut. Sama seperti kehidupan orang pada umumnya, Try Sutrisno pernah dihadapkan pada kondisi-kondisi sulit.

BACA JUGA: Kejutan Prabowo Panggil Eks Ajudan yang Jadi Tangan Kanan Try Sutrisno Sudah 16 Tahun

Saat menjadi tamu di Youtube Irma Hutabarat-HORAS INANG, Try Sutrisno bercerita dirinya bukanlah pejabat yang memiliki banyak uang. Meskipun, dia pernah menjadi orang nomor satu di militer Indonesia.

Saking pas-pasannya uang yang dimiliki, dia harus mencicil rumah yang ditempatinya selama 15 tahun. Rumah itu pun bukan rumah baru, melainkan rumah dinas yang pernah ditempatinya.

 

Bekas Rumas Dinas di Saat Jabat Kasad

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pengakuan itu bermula ketika Sutrisno menceritakan asal-usul rumah yang ditempatinya saat ini bersama keluarga dalam podcast itu. Menurutnya, rumah tersebut adalah rumah dinas yang pernah ia tempati saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (kasad). Setelah tak lagi menjabat, ia ditawari untuk membeli rumah dinas tersebut seharga Rp 85 juta agar bisa ditempati menjadi kediaman pribadi.

"Ini rumah saya bukan korupsi pak ini rumah dari angkatan darat. Jadi setiap kasad boleh beli rumah dinas. Setelah saya jadi kasad jadi panglima," ujar Try Sutrisno.

Saat tawaran itu datang, Pak Try sebenarnya tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk membeli rumah tersebut. Padahal dengan sederet jabatan bergengsi yang dia duduki baik di militer maupun pemerintahan, seharusnya dia tak memiliki masalah soal keuangan. Akhirnya, pihak TNI AD memperbolehkannya mencicil rumah tersebut selama 15 tahun.

"Waktu saya pindah saya dipersilakan boleh beli rumah dinas, tapi saya bilang saya enggak punya duit. Ini harganya (dulu) Rp 85 juta tahun sekitar 86 lebih. Tapi harga itu bisa dicicil 15 tahun," kata Try mengenang peristiwa kala itu.

 

Beruntung jadi Wapres Tak Perlu Kampanye

Dalam vidoe itu, Try juga bercerita secara singkat proses dirinya ditunjuk untuk menjadi Wakil Presiden ke-6 mendampingi Soeharto, tanpa harus kampanye dan sejenisnya. Sebab, dirinya mengaku tidak memiliki uang untuk berkampanye.

"(Dulu) presiden yang memilih wapresnya terus ditanya pak Harto (Soeharto) beliau mau menerima atau tidak. Kalau beliau tidak ya cari lain lagi tapi untung dulu beliau mau. Jadi kalau saya ikut zaman sekarang mau Wapres enggak bisa pak enggak punya duit," tegas Try.

Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pagi tadi, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya