Ada Diskon Tarif Tol di Mudik Lebaran 2026, Catat Besaran dan Waktu Berlakunya

Diskon tarif tol sebesar 30 persen akan mulai diterapkan H-9 Lebaran 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Maret 2026, 13:00 WIB
Kendaraan memasuki area gerbang tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (8/7/2015). Pemerintah mulai Selasa (7/7) pukul 00.00 WIB memberikan diskon tarif seluruh ruas jalan tol sebesar 25-35 persen sampai Rabu (22/7) pukul 24.00 WIB. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan diskon tarif tol sebesar 30 persen akan mulai diterapkan H-9 Lebaran 2026. Dody mengatakan pemberian diskon tarif tol tersebut bertujuan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas sebelum hari puncak mudik Lebaran.

"H-8, H-9 seingat saya," ujar Dody dikutip dari Antara.

"Dengan cara itu berharap pemudik bisa mudik lebih awal, begitu juga dengan balik bisa juga lebih awal," lanjut Dody.

Menurut dia, pemberian diskon tarif tol tersebut berlaku di semua ruas jalan tol atau sama seperti Lebaran 2025.

"Semua (ruas). Sama seperti tahun lalu, sama persis. Cuma kalau tahun lalu diskon tarif tolnya 20 persen, sekarang 30 persen," katanya.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial (bansos).

Stimulus akan diberikan selama periode Februari-Maret 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dari total anggaran tersebut, sebesar Rp200 miliar dialokasikan untuk diskon transportasi, sedangkan untuk bansos mencapai sekitar Rp12 triliun.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Berpotensi Terdongkrak Berkat Lebaran dan Imlek

Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 ke angka di bawah 5,1 persen, seiring dengan memburuknya situasi ekonomi global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai pergeseran waktu Lebaran 2026 akan memengaruhi pola pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026.

Ia menjelaskan, perubahan waktu perayaan Idul Fitri dari akhir Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026 akan berdampak pada pergeseran momentum pertumbuhan ekonomi antar kuartal.

“Pergeseran Idul Fitri dari 31 Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026, tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Q2 2026 baik secara YoY maupun secara QoQ, mengingat momen Ramadhan dan Lebaran mewakili 25-30% belanja rumah tangga,” ujarnya kepada Liputan6.com, Selasa (17/2/2026).

Dia menilai, momen Ramadan dan Lebaran memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Karena porsi belanja rumah tangga pada periode tersebut cukup besar, pergeseran waktu perayaan akan memindahkan dorongan pertumbuhan dari satu kuartal ke kuartal lainnya.

Terkait target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dicanangkan pemerintah, Wijayanto menilai dampaknya tidak akan mengubah capaian tahunan secara keseluruhan karena faktor tersebut bersifat musiman.

“Karena sifatnya seasonal, dampak pertumbuhan sepanjang tahun tidak akan berubah, hanya bergeser dari Q2 pada tahun 2025 menjadi Q1 pada tahun 2026,” tutur Wijayanto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai perkembangan pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada triwulan pertama 2026. Laporan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam pemaparannya, Airlangga menyebut realisasi anggaran program MBG hingga kuartal pertama diperkirakan mencapai Rp60 triliun. “Dan ini tentu juga akan mendorong stimulasi perekonomian,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya