Leeds vs Manchester City: Jeda Buka Puasa Sempat Disoraki Suporter di Elland Road

Pertandingan Leeds vs Manchester City di Elland Road diwarnai momen tidak biasa. Suporter tuan rumah menyoraki wasit saat laga dihentikan untuk buka puasa.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 02 Maret 2026, 00:25 WIB
Laga Leeds United melawan Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (28/02/2026) diwarnai dengan momen toleransi. (AP Photo/Ian Hodgson)

Liputan6.com, Jakarta - Duel antara Leeds United dan Manchester City di Elland Road pada Minggu (1/3/2026) dini hari WIB menyisakan cerita unik. Pada akhirnya Man City berakhir menang dengan skor tipis 1-0

Meski begitu, yang lebih unik adalah momen pertandingan harus dihentikan sejenak pada menit ke-12 demi memberi waktu bagi pemain muslim untuk berbuka puasa.

Keputusan wasit tersebut memancing reaksi dari tribun penonton di stadion. Sejumlah suporter tuan rumah terdengar melayangkan sorakan karena menilai penghentian laga mengganggu ritme permainan.


Tiga Pemain City Diberi Kesempatan Berbuka

Pemain Manchester City Antoine Semenyo (kiri) bereaksi setelah mencetak gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Ian Hodgson)

Terdapat tiga pemain muslim dalam daftar starter tim tamu, yaitu Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, dan Omar Marmoush. Mereka memanfaatkan jeda singkat itu untuk menyantap makanan dan minuman sebelum kembali ke lapangan.

Penghentian laga demi menghormati ibadah puasa sebenarnya bukan hal asing di sepak bola Inggris. Selama beberapa musim terakhir, wasit sering memberikan toleransi serupa ketika waktu pertandingan bertepatan dengan waktu berbuka.

Namun, situasi di Elland Road kali ini memicu respons berbeda dari sebagian pendukung tuan rumah.


Suporter Leeds Soraki Keputusan

Pemain Manchester City Omar Marmoush melepaskan tembakan saat laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Ian Hodgson)

Mengutip laporan media Inggris, suara sorakan terdengar dari tribun saat wasit menghentikan pertandingan. Insiden ini pun langsung menjadi topik hangat di media sosial.

Sebagian warganet melontarkan kritik keras terhadap suporter yang dianggap tidak menghargai momen tersebut. Salah satu pengguna media sosial menyebut tindakan mereka sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Di sisi lain, ada juga yang berusaha melihat kejadian ini dari sudut pandang berbeda. Beberapa netizen berpendapat sorakan itu bukan ditujukan pada aksi buka puasa, melainkan karena Leeds sedang membangun momentum serangan.

Pendapat lain pun muncul terkait waktu penghentian laga. Salah satu akun di platform X mempertanyakan mengapa jeda tersebut tidak dilakukan saat turun minum saja.


Leeds Tampil Berani, City Tetap Efektif

Lepas dari kontroversi singkat itu, jalannya laga berlangsung cukup berimbang. Skuad asuhan Daniel Farke mampu menebar ancaman nyata terhadap tim juara bertahan.

Statistik menunjukkan kedua tim sama-sama mencatatkan 14 tembakan sepanjang pertandingan. Meski begitu, Leeds hanya mampu menghasilkan dua tembakan yang mengarah tepat ke gawang.

Walaupun tampil agresif dan berani memberikan tekanan, tuan rumah harus mengakui ketangguhan tim tamu.

Satu-satunya gol dalam laga ini diciptakan oleh Antoine Semenyo sesaat sebelum babak pertama usai. Leeds sempat mencoba membalas di paruh kedua, namun lini pertahanan City bermain sangat disiplin hingga laga tuntas.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya