Jusuf Kalla Ungkap Dampak Ekonomi ke Indonesia Imbas AS–Israel Serang Iran

Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengingatkan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran akan membawa dampak ekonomi serius bagi Indonesia.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 01 Maret 2026, 17:30 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla alias JK mengingatkan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran dipastikan membawa dampak ekonomi serius bagi Indonesia. Menurutnya, satu hal yang pasti terdampak adalah soal minyak.

“Pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama,” kata JK di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

JK melanjutkan, rantai logistik antara Indonesia dan kawasan Timur Tengah kini juga ikut terganggu. Termasuk penerbangan dari Timur Tengah ke Indonesia, dan jemaah umrah yang ada di Tanah Suci.

"Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali," jelas dia.

Menurutnya dampak konflik tidak berhenti pada sektor energi, namun juga psikologis pasar global yang mulai terasa. Sebab, semua pihak saat ini merasakan ketakutan yang sama.

"Ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu,” ungkap JK.

 

Ekspor Minyak Timur Tengah

Asap mengepul setelah serangan pesawat tak berawak Iran di area pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Fatima Shbair)

JK menyebut, Indonesia masih bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Karena itu, saat ini Indonesia berada pada posisi rawan bila konflik berlarut. 

“Masalahnya, ya, kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi ekonomi kita akan terkena di situ. Hati-hati dalam waku, apabila ini lama. Mudah-mudahan cepat selesai," harap JK.

Secara global, sambungnya, sistem logistik pun kini terhambat, terutama jalur impor-ekspor dari kawasan Timur Tengah ke berbagai wilayah. Artinya, distribusi ke wilayah selatan dan utara juga terjadi masalah. 

"Kita antara lain ada di selatan yang mengalami seperti itu,” jelas JK.

 

Pasokan Bahan Bakar Nasional Terganggu

Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026. Dua ledakan keras terdengar di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026 pagi hari. (Foto oleh AFP)

JK mengingatkan, pasokan bahan bakar nasional bisa terganggu dalam waktu dekat. Bahkan dalam waktu dekat jika persediaan makin menipis.

"Hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu mungkin sebulan. Mungkin kita ada persediaan, rata-rata persediaan kita 3 minggu,” kata JK. Setelah itu kemungkinan masih ada di Singapura, tapi suplai dari Saudi, dari Iran, dari Kuwait itu sekarang pasti terputus," ujarnya.

Selain rantai pasok energi, JK menyebut, hubungan perdagangan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah juga terancam lumpuh. Efek domino konflik kini meluas setelah Iran menyerang beberapa negara tetangga. 

"Karena bukan hanya Iran. Iran menyerang Kuwait, menyerang Doha, menyerang Dubai karena di situ ada pangkalan Amerika. Tapi efeknya ke negara itu. Itu yang akan terjadi. Semua satu hari ini kelihatan belum terasa, tapi satu minggu akan terasa,” JK menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya