Liputan6.com, Teheran - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak akan ragu untuk memberikan respons atas serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di platform X, menegaskan kesiapan Iran dalam menghadapi apa yang disebut sebagai agresi militer yang kembali terjadi.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut, "Waktunya telah tiba untuk membela tanah air dan menghadapi serangan militer musuh."
Advertisement
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa meskipun sebelumnya siap untuk melakukan perundingan, mereka selalu lebih siap untuk mempertahankan diri. Disebutkan pula bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan merespons para agresor secara tegas dengan kewenangan penuh.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Bahrain. Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan diarahkan ke sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara tersebut sebagai bagian dari respons Iran.
Di Qatar, Kementerian Pertahanan setempat menyatakan bahwa seluruh rudal yang ditembakkan ke wilayahnya berhasil dicegat. Menurut laporan kantor berita Reuters, ledakan terdengar di ibu kota Doha.
Pemerintah Bahrain juga mengonfirmasi bahwa wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal, termasuk pangkalan Angkatan Laut AS yang berada di negara tersebut.
Qatar, Kuwait, dan UEA menurut laporan The Guardian telah menutup wilayah udara mereka.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa negara itu telah memulai respons terhadap serangan gabungan AS-Israel yang terjadi sebelumnya.
Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Iran memperingatkan warga untuk menghindari area di zona-zona yang menjadi target serangan. Otoritas juga menyampaikan bahwa telah dibuat "pengaturan sebelumnya" untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjamin.
Sebagai langkah lanjutan, sekolah dan universitas diperintahkan untuk ditutup. Namun demikian, bank-bank disebutkan akan tetap beroperasi seperti biasa.