Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat tinggi kedua negara.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah meluncurkan operasi militer skala besar terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui sebuah video yang dibagikan di media sosial.
Advertisement
Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh militer AS dan menargetkan Iran. Ia menyebut bahwa tujuan utama langkah tersebut adalah untuk melindungi rakyat AS.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat AS dengan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran," ujar Trump dalam video tersebut seperti dikutip dari laporan DW.
Trump juga menegaskan komitmennya untuk menghancurkan kemampuan nuklir dan militer Iran. Ia menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan pre-emptif terhadap Iran. Ia menyebut serangan tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman, namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rincian target maupun bentuk ancaman yang dimaksud.
Pada hari yang sama, saksi mata melaporkan terdengar ledakan di ibu kota Iran, Teheran. Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas lokasi maupun sasaran dari ledakan tersebut.
Namun, laporan Associated Press menyebutkan bahwa serangan pertama terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Penutupan Wilayah Udara
Sementara itu, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah Israel pada Sabtu.
Militer Israel menyatakan bahwa bunyi sirene tersebut merupakan peringatan proaktif untuk mempersiapkan masyarakat terhadap kemungkinan peluncuran rudal ke wilayah negara Israel.
Otoritas Bandara Israel juga mengumumkan bahwa wilayah udara negara itu ditutup untuk penerbangan sipil dan meminta masyarakat untuk tidak mendatangi bandara mana pun di negara tersebut.
Tidak hanya Israel, Iran turut menutup wilayah udaranya. Layanan telepon seluler di negara itu juga dilaporkan terputus.
Negara tetangga, Irak, juga mengumumkan penutupan wilayah udaranya.