Antisipasi Lonjakan Mudik, Bluebird Perkuat Ketersediaan Armada

PT Blue Bird Tbk menyiagakan lebih dari 25.000 armada untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran 2026.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 26 Februari 2026, 20:16 WIB
Taksi Blue Bird merupakan salah satu layanan kendaraan umum yang menggunakan kendaraan listrik sebagai operasional. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan pola perjalanan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran mendorong peningkatan kebutuhan transportasi, terutama pada periode menjelang dan setelah hari raya. Menyikapi kondisi tersebut, PT Blue Bird Tbk (BIRD) menegaskan kesiapan armada dan operasional untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas di berbagai daerah.

Perusahaan memastikan ketersediaan kendaraan di lebih dari 1.300 pangkalan yang tersebar di seluruh Indonesia. Titik siaga tersebut mencakup pusat perbelanjaan, area kuliner, kawasan residensial, hotel, hingga simpul transportasi seperti bandara, stasiun, dan terminal yang menjadi pusat pergerakan masyarakat saat mudik dan arus balik.

Ketersediaan armada difokuskan pada periode dengan potensi permintaan tertinggi, khususnya dalam rentang dua hingga enam hari sebelum dan sesudah Lebaran.

Chief Marketing Officer Blue Bird, Monita Moerdani mengatakan persiapan telah dilakukan dengan mempertimbangkan konsentrasi perjalanan pada momen krusial tersebut.

“Kami melihat pola perjalanan yang semakin terkonsentrasi menjelang dan setelah Lebaran. Karena itu, kami memastikan kesiapan lebih dari 25.000 armada, termasuk peremajaan armada, baik untuk layanan Bluebird, Silverbird, Goldenbird, Bigbird, Cititrans, hingga Bluebird Kirim yang bisa melengkapi kebutuhan pengiriman barang termasuk hampers dengan lebih aman," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

 

Meningkat di Arus Balik

Pengemudi taksi biru Blue Bird menambah daya kendaraannya di tempat Pengisian daya mobil listrik di kantor Pusat Blue Bird, Jakarta, Rabu (9/8/2023). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan survei YouGov terkait rencana perjalanan Lebaran 2026, sebanyak 43% responden berencana berangkat mudik dua hingga enam hari sebelum Lebaran. Sementara itu, 51% responden merencanakan arus balik pada periode dua hingga enam hari setelah Lebaran. Data tersebut mengindikasikan bahwa fase tersebut menjadi periode paling padat bagi layanan transportasi.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, data internal 2025 menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada fase arus balik di sejumlah kota seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Makassar dengan rata-rata pertumbuhan hingga 20% dibandingkan periode sebelum Ramadan.

Pada layanan antarkota, Cititrans mencatat pertumbuhan hampir 23% saat periode Lebaran dan arus balik dibanding pekan sebelumnya. Sementara itu, layanan pengiriman Bluebird Kirim mengalami lonjakan transaksi hingga 62% selama Ramadan dibandingkan bulan sebelumnya.

Melalui penambahan kesiapan armada dan penguatan operasional di berbagai titik strategis, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan layanan agar mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran tetap terakomodasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya