Tinggalkan Mobil Saat Mudik, Ini Peringatan Penting untuk Pemilik EV dan Mobil Baru

Mobil modern dan kendaraan listrik memiliki sistem kelistrikan serta elektronik yang jauh lebih kompleks dibanding mobil lawas

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 26 Februari 2026, 08:20 WIB
NETA Tambah 100 Unit Mobil Listrik untuk Armada Luxury Trans Indonesia (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Musim mudik Lebaran semakin dekat. Selain menyiapkan tiket dan barang bawaan, pemilik kendaraan pribadi juga perlu melakukan persiapan ekstra, terutama jika mobil kesayangan akan lama ditinggal di garasi.

Bagi pengguna mobil listrik (EV) maupun mobil keluaran terbaru, ada perlakuan khusus yang tak boleh diabaikan. Salah satunya, jangan sembarangan melepas aki saat kendaraan ditinggal dalam waktu lama.

Dilansir Antara, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa mobil modern dan kendaraan listrik memiliki sistem kelistrikan serta elektronik yang jauh lebih kompleks dibanding mobil lawas.

“Untuk mobil lama, melepas terminal aki bisa menjadi opsi guna mencegah aki soak atau korsleting. Tapi, pada mobil modern, tindakan itu bisa me-reset berbagai sistem,” ujar Yannes.

Pada mobil keluaran terbaru, melepas aki bukan sekadar memutus aliran listrik. Langkah ini bisa mengganggu pengaturan memori kursi dan spion, sistem hiburan dan head unit, jam dan kalender digital, serta konfigurasi komputer kendaraan (ECU)

Akibatnya, pemilik justru akan direpotkan dengan pengaturan ulang saat mobil kembali digunakan setelah mudik.

Untuk kendaraan listrik, perlakuannya lebih sensitif lagi. Yannes menegaskan, baterai utama pada EV tidak boleh dilepas.

Perlu diketahui, meskipun mengandalkan baterai besar sebagai sumber tenaga penggerak, mobil listrik tetap menggunakan baterai 12 volt untuk mengaktifkan sistem dasar seperti komputer kendaraan, sistem penguncian pintu, dan layar kontrol dan panel instrumen.

Jika baterai pendukung 12 volt tersebut bermasalah, mobil bisa gagal beroperasi walaupun baterai utama dalam kondisi prima. Karena itu, perawatan sistem kelistrikan menjadi sangat krusial sebelum kendaraan ditinggal lama.

Selain aspek kelistrikan, keamanan kendaraan juga tak kalah penting. Pemilik mobil disarankan untuk memilih lokasi parkir yang kering dan tidak rawan banjir, mengaktifkan sistem penguncian bawaan kendaraan, serta menambahkan perangkat pengaman ekstra seperti kunci setir.

Langkah berlapis ini penting untuk meminimalkan risiko pencurian selama rumah ditinggal mudik.

Hal Lain yang Mesti Diperhatikan

Bagi pengguna mobil konvensional (non-listrik), ada satu hal teknis yang sering luput dari perhatian ialah penggunaan rem tangan.

Menarik rem tangan terlalu keras saat parkir lama bisa menyebabkan rem lengket, terutama jika mobil tidak digerakkan dalam waktu berminggu-minggu.

Solusinya, gunakan rem tangan secukupnya, kemudian pastikan mobil parkir di permukaan datar, dan tambahkan pengganjal roda untuk keamanan ekstra.

Cara ini membantu menjaga sistem pengereman tetap optimal saat mobil kembali digunakan.

Setiap jenis kendaraan memiliki karakter dan teknologi yang berbeda. Mobil listrik, hybrid, maupun mobil bermesin konvensional generasi terbaru, semuanya membutuhkan penanganan spesifik.

“Setiap jenis kendaraan memiliki karakter berbeda. Pemilik perlu memahami teknologi yang digunakan agar tidak salah langkah saat meninggalkannya dalam waktu lama,” tutup Yannes.

Sebelum berangkat mudik Lebaran, pastikan Anda tidak hanya fokus pada perjalanan, tetapi juga pada kondisi kendaraan yang ditinggal.

Dengan persiapan tepat, mobil tetap aman dan siap digunakan kembali setelah momen Lebaran usai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya