Arsenal Siap Rangkul Tekanan, 10 Laga Menuju Gelar yang Sudah 22 Tahun Dinanti

Bek Arsenal, William Saliba, menegaskan timnya harus 'memeluk tekanan' dalam 10 laga tersisa musim ini untuk menjadi juara Liga Inggris.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 25 Februari 2026, 23:39 WIB
Selebrasi Viktor Gyokeres pada laga pramusim Arsenal melawan Athletic Bilbao (c) Arsenal

Liputan6.com, Jakarta - Perburuan gelar Liga Inggris memasuki fase penentuan. Bek Arsenal, William Saliba, menegaskan timnya harus “memeluk tekanan” dalam 10 laga tersisa musim ini. Pesannya jelas: The Gunners tinggal 10 langkah lagi menuju trofi yang sudah 22 tahun tak singgah di Emirates.

Ujian pertama hadir akhir pekan ini saat Arsenal menjamu Chelsea. Bermain di kandang sendiri menjadi modal penting, apalagi rekor derby London mereka belakangan begitu impresif.

Kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur pekan lalu menegaskan dominasi Arsenal di laga-laga sekota. Dalam 25 derby London terakhir, mereka meraih 18 kemenangan, enam imbang, dan hanya sekali kalah.

Rekor kontra Chelsea juga tak kalah meyakinkan. Sejak takluk pada Agustus 2021, Arsenal tak pernah lagi tumbang dalam 10 pertemuan berikutnya melawan The Blues. Menariknya, tiga dari lima laga terakhir musim ini akan digelar di kandang, dengan tiga dari empat partai penutup berstatus derby melawan Fulham, West Ham United, dan Crystal Palace.

Satu-satunya laga tandang melawan tim papan atas adalah lawatan ke markas Manchester City. Pertandingan itu diyakini akan sangat berpengaruh dalam perebutan gelar, meski belum tentu sepenuhnya menentukan.


Saliba dan Arteta: Tekanan Adalah Bagian dari Perjalanan

Para pemain Arsenal, Declan Rice, William Saliba, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi merayakan gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Saliba tak menampik tekanan besar yang menyertai persaingan di liga terbaik dunia. Namun ia menegaskan semuanya masih ada di tangan Arsenal.

“Kami tahu ini belum selesai. Masih ada 10 pertandingan. Kalau kami memenangkan semuanya, kami juara. Tapi itu tidak mudah,” ujar bek asal Prancis tersebut.

Nada serupa disampaikan manajer Mikel Arteta. Ia menekankan bahwa perjuangan menuju gelar bukan sekadar soal pekerjaan, melainkan hasrat dan tujuan kolektif klub.

Menurut Arteta, rasa sakit saat gagal adalah bagian dari proses. Namun sepak bola selalu memberi pesan yang sama: terus melangkah, entah sedang menang atau kalah, karena pada akhirnya perjuangan itu layak diperjuangkan.


Dukungan dan Prediksi: Arsenal Lebih Diunggulkan

Para pemain Arsenal merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di London, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Legenda Manchester United yang kini menjadi pundit, Gary Neville, bahkan meyakini Arsenal akan pergi ke markas City dan membuktikan diri sebagai calon juara sejati.

Data juga berpihak pada Meriam London. Superkomputer Opta memberi peluang 83,5 persen bagi Arsenal untuk menjadi kampiun, sementara City berada di angka 15,7 persen.

Lanjut Baca:

Angka ini cukup mencolok, mengingat Arsenal sempat goyah dengan hanya dua kemenangan dari tujuh laga sebelum menekuk Spurs.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya