Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Federasi ini menonaktifkan sementara pelatih kepala Hendra Basir lewat Surat Keputusan dengan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026. Berita soal FPTI ini masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler.
Pemberhentian pelatih kepala pelatnas, Hendra Basir, ini, seperti dalam isi surat tersebut disebutkan ada dugaan terkait tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas panjat tebing.
Advertisement
Dalam surat keputusan tersebut, FPTI tidak menyebutkan siapa atlet yang menjadi korban pelecehan seksual.
Skandal tersebut terungkap setelah pada 28 Januari 2026 delapan atlet panjat tebing pelatnas mengadukan kejadian tersebut kepada ketua FPTI Yenny Wahid.
Hingga berita ini diturunkan, Yenny Wahid belum memberikan keterangan resmi kepada wartawan. Beberapa atlet pelatnas panjat tebing dan Hendra Basir yang coba dihubungi Liputan6.com juga belum menjawab pesan singkat.
Simak top 3 berita bola terpopuler di Liputan6.com dalam 24 jam terakhir di halaman berikutnya:
1. Kasus Pelecehan Seksual Guncang Pelatnas Panjat Tebing Indonesia
Kabar mengejutkan datang dari pelatnas panjat tebing Indonesia pada penghujung Februari 2026. Ada skandal pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami sejumlah atlet dengan terduga pelaku adalah pelatih kepala pelatnas, Hendra Basir.
Skandal pelecehan seksual di pelatnas panjat tebing Indonesia mencuat kepermukaan pada Selasa 24 Februari 2026 setelah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengeluarkan Surat Keputusan dengan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang memutuskan menonaktifkan sementara pelatih kepala Hendra Basir.
Dalam surat tersebut disebutkan ada dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas panjat tebing. Skandal tersebut terungkap setelah pada 28 Januari 2026 delapan atlet panjat tebing pelatnas mengadukan kejadian tersebut kepada ketua FPTI Yenny Wahid.
2. Real Madrid vs Benfica: Thibaut Courtois Blak-blakan Kritik Jose Mourinho Soal Kasus Pelecehan Rasis
Kiper Thibaut Courtois angkat suara terkait polemik dugaan pelecehan rasial yang menimpa rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior. Insiden tersebut diduga melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga yang berlangsung pekan lalu.
Tak hanya menyoroti dugaan tindakan Prestianni, Courtois juga secara terbuka mengkritik komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang dinilai lebih menyoroti selebrasi gol Vinicius ketimbang inti persoalan.
Courtois mengungkapkan bahwa setelah insiden terjadi, keputusan untuk melanjutkan pertandingan sepenuhnya berada di tangan Vinicius. Menurutnya, situasi ini menunjukkan betapa rumitnya penanganan kasus semacam itu di tengah pertandingan.
3. Real Madrid vs Benfica: Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius, Enggan Bicarakan Mourinho
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memilih fokus pada pertandingan ketimbang polemik yang mengiringi laga kontra Benfica. Ia menegaskan bahwa isu rasisme yang menyeret nama Vinicius Junior harus menjadi momentum bagi sepak bola Eropa untuk mengambil sikap tegas.
Ketegangan memang terasa menjelang pertemuan kedua di Liga Champions. Situasi memanas setelah gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius pada leg pertama di Lisbon.