Real Madrid vs Benfica: Pertaruhan Nasib Los Blancos di Play-off Liga Champions 2025/2026

Alvaro Arbeloa menyebut laga leg kedua playoff Liga Champions melawan Benfica sebagai partai final. Real Madrid wajib menang demi menjaga tradisi di kompetisi E

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 25 Februari 2026, 17:38 WIB
Deretan drama mewarnai laga play off leg-1 Liga Champions 2025/2026 antara Benfica melawan Real Madrid di Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal, Selasa (17/02/2026) malam waktu setempat. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengungkapkan antusiasme yang tinggi menjelang duel kontra Benfica. Ia menegaskan bahwa pertandingan ini memiliki tensi yang setara dengan partai final bagi anak asuhnya.

Langkah Real Madrid di kompetisi tertinggi Eropa akan berlanjut pada dini hari nanti. Raksasa Spanyol tersebut dijadwalkan menjamu Benfica dalam leg kedua babak playoff Liga Champions 2025/2026.

Saat ini, posisi El Real sebenarnya sudah berada di atas angin untuk melaju ke babak 16 besar. Kemenangan tipis 1-0 pada leg pertama menjadi modal berharga yang hanya perlu dipertahankan dalam laga kandang ini.

Arbeloa meyakini bahwa pertemuan kedua ini akan menjadi momen yang sangat menentukan bagi timnya. "Pertandingan ini akan terasa spesial karena kami akan menjalani malam Liga Champions di Bernabeu," jelas Arbeloa dalam sesi konferensi pers.


Taruhannya Besar

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Menurut pandangan Arbeloa, Real Madrid adalah tim yang memiliki tradisi kuat untuk bersaing hingga fase akhir Liga Champions. Oleh karena itu, ia tidak ingin langkah Los Blancos terhenti terlalu dini di babak playoff musim ini.

"Ada banyak hal yang dipertaruhkan dalam laga ini, dan banyak yang menyebutnya sebagai sebuah final. Saya sepakat dengan hal itu karena pemenang di sini akan langsung melangkah ke fase berikutnya," tambah Arbeloa.

Lolos ke babak 16 besar tetap menjadi target utama yang diusung oleh Arbeloa dan pasukannya. Ia menyatakan bahwa timnya sedang dipenuhi hasrat serta energi besar untuk menampilkan permainan yang menghibur sekaligus efektif.

Arbeloa berharap atmosfer pertandingan nanti bisa dinikmati oleh seluruh penggawa Real Madrid. Dengan semangat tersebut, ia optimis Los Merengues mampu menyuguhkan performa yang memuaskan bagi para pendukung.


Wajib Tampil dengan Maksimal

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Lebih lanjut, Arbeloa memberikan instruksi agar skuad Real Madrid tetap bekerja keras tanpa mengenal lelah. Meskipun secara agregat mereka sedang memimpin 1-0 atas wakil Portugal tersebut.

Ia menuntut standar permainan tertinggi dari para pemainnya karena menyadari potensi ancaman dari lawan. Benfica diprediksi akan tampil habis-habisan demi membalikkan keadaan di markas Real Madrid.

"Saya ingin melihat Real Madrid menunjukkan level permainan yang sama seperti saat kami berlaga di Lisbon. Kami sedang mengupayakan segala cara agar bisa mengulangi performa tersebut," imbuh Arbeloa.

Keinginan Arbeloa adalah melihat konsistensi permainan tim dalam menjaga keunggulan sekaligus mendominasi jalannya laga. Hal ini dianggap sebagai kunci utama untuk memastikan satu tempat di putaran final Liga Champions.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya