Selain Golkar dan Hanura, Belum Ada Parpol Deklarasi Capres

"Saya rasa deklarasi capres atau cawapres secara dini jauh lebih bagus daripada deklarasi capres di hari-hari terakhir," kata Hajriyanto.

oleh Liputan6 diperbarui 03 Jul 2013, 05:20 WIB
Partai Golkar menyambut baik deklarasi Capres-Cawapres Wiranto-Hary Tanoe Sudibyo dari Partai Hanura. Partai Golkar berpandangan makin dini seseorang mendeklarasikan diri sebagai capres/cawapres adalah posisitif.

Sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi rakyat untuk menilai sosok capres tersebut secara utuh dan komprehensif. Hanura adalah partai kedua setelah Golkar, yang berani mengajukan nama Capres dan Cawapres. Sehingga, Partai Golkar menantang partai-partai lain untuk segera merilis nama calonnya.

"Bukankah memang parpol-parpol sekarang ini belum ada yang berani mendeklarasikan capresnya selain Partai Golkar dan Partai Hanura?" kata Ketua DPP partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Selasa (2/7/2013).

"Kini tinggal bagaimana dengan parpol-parpol yang lain?" ujar dia menambahkan. Menurutnya, Partai Golkar menunggu capres-capres yang akan diajukan oleh parpol atau gabungan parpol yang lainnya.

Artinya, kata Hajriyanto, jika parpol-parpol itu mendeklarasikannya segera, maka capres-cawapres itulah yang akan menjadi alternatif bagi lainnya.

Sehingga, rakyatlah dapat menilai kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan masing-masing calon dari sudut kenegarawanannya, kebersihannya, akan fokus atau tidaknya, dan lain-lainnya.

"Saya rasa deklarasi capres atau cawapres secara dini jauh lebih bagus daripada deklarasi capres di hari-hari terakhir, apalagi di tikungan terakhir yang mepet waktu deadline," ujar Hajriyanto.

Sebab, menurutnya, rakyat tidak lagi memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari sosok capres tersebut, berikut track recordnya secara lebih utuh dan komprehensif dari semua sisinya serta plus-minusnya.

Menurutnya, konstitusi menyatakan bahwa capres dan cawapres diajukan dalam satu pasangan yang diajukan oleh parpol atau gabungan parpol sebelum Pemilihan Umum. "Dalam konteks dan perspektif ini maka setiap pasangan capres-cawapres adalah capres-cawapres  alternatif bagi capres dan cawapres lainnya," tukas Hajriyanto. (Adi)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya