7 Jenis Buah Tidak Bikin Haus Seharian, Cocok Dikonsumsi saat Sahur

Pilihan 7 jenis buah tidak bikin haus seharian dengan kandungan air dan serat tinggi yang efektif menjaga hidrasi serta stamina tubuh selama berpuasa.

oleh Femri ResdifiantiDiterbitkan 25 Februari 2026, 16:06 WIB
Jenis Buah Tidak Bikin Haus Seharian (Foto Dok: Freepik/EyeEm).

Liputan6.com, Jakarta - Menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang tetap segar dan terhidrasi tentu menjadi keinginan setiap orang agar aktivitas tetap berjalan lancar. Salah satu kunci utamanya terletak pada pemilihan menu sahur yang tepat, terutama dalam memilih sumber cairan alami yang mampu bertahan lama di dalam tubuh. Mengonsumsi beberapa jenis buah tidak bikin haus seharian bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga cadangan air berkat kandungan serat dan elektrolit alaminya. 

Artikel Liputan6.com ini akan mengulas daftar buah-buahan terbaik yang efektif menghalau dahaga serta manfaat nutrisinya untuk mendukung stamina hingga waktu berbuka tiba. Baca selengkapnya di bawah ini!

1. Semangka

Ilustrasi semangka/Copyright Freepik/rawpixel.com

Buah pertama yang menjadi primadona saat sahur adalah semangka. Menurut jurnal penelitian dari Universitas Sulawesi Barat bahwa buah semangka memiliki kandungan air yang sangat tinggi yaitu mencapai sekitar 92%. Selain memberikan hidrasi maksimal untuk mencegah tenggorokan kering, semangka juga kaya akan likopen dan citrulline yang berfungsi menjaga kesehatan pembuluh darah dan otot. Nutrisi ini membantu tubuh tetap segar dan tidak mudah lemas akibat kekurangan cairan selama belasan jam berpuasa.

2. Melon dan Blewah

Melon dan blewah mengandung sekitar 90% air serta elektrolit penting seperti kalium dan magnesium. Berdasarkan studi dari Universitas Tanjungpura, kehadiran elektrolit ini sangat krusial saat sahur karena dapat membantu sel-sel tubuh mengikat air lebih lama, sehingga rasa haus tidak cepat datang. Selain itu, kandungan gula alaminya memberikan suntikan energi instan yang stabil untuk memulai aktivitas di pagi hari.

3. Jeruk

Buah selanjutnya yang dikenal sebagai sumber vitamin c yang melimpah adalah Jeruk. Buah ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga membantu meningkatkan sistem imun agar tidak mudah jatuh sakit saat puasa. Kandungan airnya yang tinggi berpadu dengan serat alami untuk menjaga hidrasi tubuh tetap stabil. Selain itu, studi dari Journal of Nutrition College menjelaskan bahwa jeruk juga mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diubah menjadi energi, sehingga stamina tetap terjaga meski cuaca sedang terik.

 

 

4. Apel

ilustrasi buah apel/Photo by Aarón Blanco Tejedor on Unsplash

Mengonsumsi apel saat sahur sangat bermanfaat karena kandungan serat larutnya yaitu pektin. Kandungan pektin ini mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, tekstur daging buahnya yang padat juga menyimpan cadangan air yang dilepaskan secara perlahan ke dalam sistem pencernaan. Hal ini membuat tubuh memiliki pasokan energi dan cairan yang lebih konstan, sehingga tidak mudah merasa haus atau lapar di tengah hari.

5. Pir

Buah pir memiliki kadar air yang hampir setara dengan semangka. Akan tetapi buah ini memiliki tambahan serat yang lebih banyak sehingga sangat efektif mencegah dehidrasi. Menurut Brawijaya Knowledge Garden bahwa kandungan vitamin k dan tembaga di dalamnya berperan dalam metabolisme energi, sehingga membantu tubuh mengolah nutrisi sahur menjadi kekuatan fisik yang tahan lama. Rasa manisnya yang lembut juga aman bagi lambung yang akan segera kosong dalam waktu lama.

6. Stroberi 

Kelompok buah beri seperti stroberi memiliki kandungan air mencapai 91% dan kaya akan antioksidan flavonoid. Nutrisi ini membantu melawan radikal bebas dan peradangan yang seringkali muncul saat tubuh sedang beradaptasi dengan pola puasa. Dengan mengonsumsinya saat sahur, tubuh mendapatkan perlindungan ganda meliputi hidrasi dari airnya dan ketahanan fisik dari antioksidannya.

7. Pisang

Ilustrasi/copyright unsplash.com/Eliv Sinas Aceron

Buah yang terakhir adalah pisang. Meskipun teksturnya tidak berair, pisang adalah sumber kalium terbaik yang bertugas menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf. Kalium mencegah tubuh kehilangan terlalu banyak air melalui urin serta meminimalisir risiko kram otot saat beraktivitas. Selain itu, kandungan pati resistennya memberikan energi cadangan yang dilepaskan perlahan sehingga membuat tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Buah apa yang paling ampuh mencegah haus saat puasa?

Semangka dan melon adalah juara untuk urusan hidrasi karena mengandung air di atas 90%. Selain itu kandungan air yang melimpah pada buah ini dapat membantu mengisi cadangan cairan tubuh secara efektif sebelum mulai berpuasa.

2. Apakah boleh makan buah asam seperti jeruk saat sahur?

Boleh, asalkan tidak memiliki riwayat lambung sensitif atau maag kronis. Jeruk sangat baik untuk stamina, namun bagi yang memiliki masalah lambung sebaiknya pilih buah dengan tingkat keasaman rendah seperti pepaya atau pisang yang lebih aman.

3. Berapa banyak porsi buah yang ideal dikonsumsi saat sahur?

Cukup konsumsi 1 - 2 porsi saja, misalnya satu potong besar semangka atau satu buah apel. Konsumsi berlebihan justru bisa membuat perut terlalu penuh dan memicu sering buang air kecil karena efek diuretik alami dari air buah tersebut.

4. Lebih baik makan buah langsung atau dibuat jus atau smoothies?

Makan buah secara langsung lebih disarankan karena serat alaminya tetap utuh, sehingga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Jika ingin dibuat jus, pastikan tidak menambah gula berlebih karena gula dapat menarik cairan tubuh dan justru memicu rasa haus lebih cepat.

5. Kapan waktu terbaik makan buah saat sahur, sebelum atau sesudah makan besar?

Disarankan mengonsumsi buah di akhir sesi sahur atau mendekati waktu imsak. Hal ini bertujuan agar kandungan air dan serat dari buah menjadi penutup yang menjaga hidrasi dan membantu pencernaan makanan berat sebelumnya agar lebih lancar sepanjang hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya