Liputan6.com, Seoul - Otoritas intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa nama putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang selama ini dikenal sebagai Kim Ju Ae, diduga sebenarnya adalah Kim Ju Hae. Informasi tersebut diperoleh dari sumber tingkat tinggi pemerintah yang memantau perkembangan politik di Pyongyang.
Selain soal nama, intelijen juga mengungkap dugaan bahwa putri Kim memegang peran strategis sebagai “direktur jenderal rudal” dan terlibat dalam pemantauan Kongres ke-9 Workers' Party of Korea yang berlangsung sejak 19 Februari di Pyongyang.
Advertisement
Meski jabatan resmi direktur jenderal rudal dipegang pejabat militer lain, laporan menyebut sang putri menerima pengarahan dari para jenderal dan menyampaikan arahan kebijakan, dikutip dari laman Chosun.com, Rabu (25/2/2026).
National Intelligence Service (NIS) telah memberi pengarahan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12 Februari. Dalam laporan tersebut, NIS menilai kemunculan dan aktivitas putri Kim mencerminkan “tahap penunjukan sebagai penerus,” termasuk indikasi bahwa ia telah menyampaikan pandangan atas sejumlah kebijakan negara.
Media pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaan putri Kim pada November 2022 saat ia mendampingi ayahnya dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Namun, identitas resminya tak pernah diumumkan.
Nama “Ju Ae” sebelumnya diungkap mantan bintang NBA Dennis Rodman pada 2013. Sejak itu, muncul spekulasi mengenai kemungkinan perubahan nama, sebagaimana pernah terjadi pada Kim Jong Un sebelum ia resmi diumumkan sebagai penerus kekuasaan.