Intelijen Korea Selatan: Putri Kim Jong Un Ditunjuk Jadi Dirjen Rudal Korea Utara

Selain jabatan, intelijen Korea Selatan juga membeberkan nama asli dari anak Kim Jong Un.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 25 Februari 2026, 17:03 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah kiri) dan putrinya diduga bernama Ju Ae (tengah kanan) menghadiri parade militer untuk memperingati 75 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, Korea Utara, 8 Februari 2023. Parade militer besar-besaran tersebut memamerkan perangkat keras terbaru dari persenjataan nuklir Korea Utara yang berkembang pesat. (STR/KCNA VIA KNS/AFP)

Liputan6.com, Seoul - Otoritas intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa nama putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang selama ini dikenal sebagai Kim Ju Ae, diduga sebenarnya adalah Kim Ju Hae. Informasi tersebut diperoleh dari sumber tingkat tinggi pemerintah yang memantau perkembangan politik di Pyongyang.

Selain soal nama, intelijen juga mengungkap dugaan bahwa putri Kim memegang peran strategis sebagai “direktur jenderal rudal” dan terlibat dalam pemantauan Kongres ke-9 Workers' Party of Korea yang berlangsung sejak 19 Februari di Pyongyang.

Meski jabatan resmi direktur jenderal rudal dipegang pejabat militer lain, laporan menyebut sang putri menerima pengarahan dari para jenderal dan menyampaikan arahan kebijakan, dikutip dari laman Chosun.com, Rabu (25/2/2026).

National Intelligence Service (NIS) telah memberi pengarahan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12 Februari. Dalam laporan tersebut, NIS menilai kemunculan dan aktivitas putri Kim mencerminkan “tahap penunjukan sebagai penerus,” termasuk indikasi bahwa ia telah menyampaikan pandangan atas sejumlah kebijakan negara.

Media pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaan putri Kim pada November 2022 saat ia mendampingi ayahnya dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Namun, identitas resminya tak pernah diumumkan.

Nama “Ju Ae” sebelumnya diungkap mantan bintang NBA Dennis Rodman pada 2013. Sejak itu, muncul spekulasi mengenai kemungkinan perubahan nama, sebagaimana pernah terjadi pada Kim Jong Un sebelum ia resmi diumumkan sebagai penerus kekuasaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya