Longsor Terjang Jalan Utama Desa di Probolinggo, Akses Kendaraan Roda Empat Ditutup Total

Petugas menutup area longsor dengan terpal untuk menghindari bencana susulan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 25 Februari 2026, 13:01 WIB
Longsor di Probolinggo

Liputan6.com, Jakarta - Bencana tanah longsor skala besar menghantam ruas jalan utama Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/2/2026). Material tanah sepanjang 35 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter menutup total badan jalan, memaksa otoritas setempat melakukan penutupan jalur bagi kendaraan roda empat demi keamanan.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat (TRC-PB) telah diterjunkan untuk melakukan asesmen kilat. Meski tidak ada korban jiwa, skala kerusakan memaksa koordinasi lintas sektor yang melibatkan Polri, TNI, Dinas PUPR hingga Dinas Perhubungan.

"​Sebagai langkah darurat menahan laju tanah, BPBD telah memasang tujuh lembar terpal di titik-titik kritis. Hal ini dilakukan untuk mencegah air hujan meresap langsung ke dalam tanah yang dapat memicu longsor susulan," kata Oemar.

Lanjut dia, ​berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, untuk kendaraan roda empat dilarang melintas total hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sedangkan kendaraan roda dua diizinkan melintas dengan sistem buka tutup.

"Jalur akan ditutup total bagi semua kendaraan saat hujan deras, malam hari yang berkabut, atau kondisi cuaca ekstrem lainnya," tambahnya.

​Kondisi di lapangan saat ini masih sangat rawan, terutama saat hari gelap. Menindaklanjuti instruksi Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, penjagaan di lokasi kini diperketat 24 jam.

​"Kondisi lokasi masih labil dan minim penerangan. Kami sangat membutuhkan lampu penerangan jalan dan tenda posko jaga untuk mendukung tim yang bertugas di malam hari," tegas Oemar Sjarief.

​Oemar mengingatkan warga Probolinggo bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas tinggi yang bisa memicu pergerakan tanah susulan di wilayah-wilayah rawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya