Real Madrid Ogah Komentari Sanksi Gianluca Prestianni: Itu Urusan UEFA!

Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak mau cawe-cawe dalam urusan UEFA seputar sanksi Gianluca Prestianni.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 25 Februari 2026, 12:14 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa enggan membahas sanksi yang diberikan UEFA kepada Gianluca Prestianni terkait insiden rasisme atas Vinicius Junior. Ia menyebut bahwa itu sepenuhnya wewenang UEFA dan ia tidak mau mengomentari hal itu.

Seperti yang sudah diketahui, Prestianni sempat memicu kontroversi pada laga Benfica vs Real Madrid pekan lalu. Winger Benfica itu terindikasi memberikan ujaran rasial kepada Vinicius di pertandingan tersebut.

UEFA sendiri langsung menginvestigasi insiden tersebut. Sebagai bagian dari penyelidikan mereka, UEFA tidak mengizinkan Prestianni bermain di leg kedua di kandang Real Madrid, meski sang winger turut ikut rombongan Benfica yang bertandang ke Bernabeu.

Baru-baru ini, Arbeloa dimintai komentar seputar sanksi sementara yang didapatkan Prestianni. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak ambil pusing dengan hal tersebut.

Simak komentar lengkap Arbeloa di bawah ini.


Fokus Menangkan Pertandingan

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Dalam konferensi persnya, Arbeloa menyebut bahwa timnya tidak ambil pusing dengan situasi Prestianni saat ini. Ia menyebut fokus utama timnya adalah memenangkan leg kedua kontra Benfica.

"Kami semua sangat fokus untuk pertandingan besok. Kami ingin bermain di level tertinggi pada laga ini," buka Arbeloa.

"Kami ingin menunjukkan penampilan yang bagus dan melakukan hal-hal yang benar di atas lapangan. Kami ingin memenangkan pertandingan tersebut dan disitulah kami menaruh seluruh energi dan usaha kami."


Itu Urusan UEFA

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Lebih lanjut, Arbeloa juga menolak mengomentari sanksi sementara yang dijatuhkan UEFA terhadap Prestianni dan kemungkinan sanksi lanjutan untuk sang winger.

Ia menyebut bahwa timnya tidak mau memikirkan hal itu karena itu sepenuhnya wewenang UEFA.

"Kami tidak memikirkan hal lain selain memenangkan pertandingan nanti. Kami bukan pihak yang mengambil keputusan atas sanksi itu, karena itu semua wewenang UEFA," pungkas sang manajer.


Keunggulan Tipis dan Belum Aman

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Wajar jika Arbeloa tidak mau memikirkan sanksi Prestianni tersebut. Pasalnya posisi timnya masih belum aman untuk lolos ke babak berikutnya.

Di leg pertama, Real Madrid hanya menang dengan skor tipis 1-0 dan mereka bertekad untuk mempertahankan atau bahkan memperlebar keunggulan tersebut pada leg kedua nanti.

Sumber: Real Madrid FC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya