Benfica Pasang Badan untuk Gianluca Prestianni, Tetap Dibawa ke Madrid Meski Disanksi UEFA

Benfica menunjukkan ketegasan dalam membela pemainnya, Gianluca Prestianni, setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain sementara satu pertandingan.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 24 Februari 2026, 22:21 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Benfica menunjukkan sikap tegas dalam membela pemain mudanya, Gianluca Prestianni, setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain sementara satu pertandingan akibat dugaan tindakan rasis terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.

Meski terancam absen pada leg kedua play-off yang akan digelar di Santiago Bernabeu, Benfica tetap memasukkan nama Prestianni dalam rombongan tim yang terbang ke Madrid, Selasa (24/2/2026).

Bahkan, pemain berusia 20 tahun itu mendapat sambutan meriah dari para pendukung di Bandara Lisbon sebelum keberangkatan.


Awal Mula Insiden

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Kontroversi bermula pada leg pertama di Lisbon pekan lalu. Dalam laga yang berlangsung panas, Vinicius mencetak gol kemenangan pada menit ke-50. Seusai gol tersebut, terjadi ketegangan yang berujung pada tudingan bahwa Prestianni melontarkan ujaran rasial kepada winger asal Brasil tersebut.

UEFA kemudian menjatuhkan larangan satu pertandingan secara provisional sembari melanjutkan investigasi. Jika sanksi itu berlaku penuh, Prestianni dipastikan absen dalam laga penentuan di Madrid.

Namun dalam kesaksiannya kepada UEFA, Prestianni membantah telah melontarkan hinaan rasial. Ia mengakui menutup mulut dengan jersey saat berbicara, tetapi menyatakan bahwa ucapannya bukan bernada rasis. Meski demikian, pengakuannya justru menyebut adanya hinaan lain yang tetap menuai kontroversi.


Benfica Ajukan Banding

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Tak tinggal diam, Benfica langsung merilis pernyataan resmi yang menyayangkan keputusan UEFA. Klub menyebut sanksi tersebut terlalu dini dan menegaskan akan mengajukan banding demi membuka peluang agar Prestianni bisa tampil di leg kedua.

Presiden klub, Rui Costa, juga bersuara lantang. Ia menyebut keputusan tersebut tidak adil dan menegaskan keyakinannya bahwa pemainnya tidak bersalah atas tuduhan yang diarahkan.

Langkah membawa Prestianni ke Madrid dinilai sebagai simbol dukungan penuh klub terhadap sang pemain, sekaligus pesan bahwa Benfica belum menyerah dalam proses hukum yang berjalan di tubuh UEFA.


Mourinho Fokus Stabilkan Tim

Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Di tengah pusaran kontroversi, pelatih Benfica, Jose Mourinho, memilih menenangkan suasana internal. Pekan lalu, laporan menyebut Mourinho melarang seluruh elemen tim membicarakan Real Madrid dan isu rasisme, demi menjaga fokus jelang laga domestik.

Benfica sendiri sukses meraih kemenangan 3-0 atas AVS di kompetisi liga. Namun Mourinho mengakui bahwa situasi yang terjadi sejak menit ke-50 laga kontra Madrid bukan hal mudah untuk dikelola secara emosional.

“Pertandingan itu sangat menuntut dalam segala aspek. Setelah menit ke-50, situasinya tidak mudah secara emosional dan itu masih terus berlanjut,” ujar Mourinho dalam wawancara dengan media internal klub.

Saat ditanya mengenai kritik yang diterimanya seusai laga kontra AVS, Mourinho enggan memperpanjang polemik. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh tim tetap profesional dalam menjalankan tugas.

Menjelang leg kedua kontra Real Madrid, Mourinho dipastikan tidak akan menghadiri konferensi pers prapertandingan karena harus menjalani sanksi kartu merah yang diterimanya pada laga sebelumnya.

Sumber: Daily Mail

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya