AC Milan Merasa Dizalimi Wasit, Soroti 4 Keputusan Kontroversial saat Tumbang dari Parma

AC Milan kecewa pada wasit usai kalah 0-1 dari Parma di Serie A. Empat keputusan kontroversial disebut merugikan Rossoneri.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 24 Februari 2026, 16:13 WIB
Pemain Parma Mateo Pellegrino mendapat tekanan dari dua pemain AC Milan, Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot, pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 22 Februari 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menelan kekalahan pahit 0-1 dari Parma pada pekan ke-26 Serie A 2025/2026. Laga di San Siro itu meninggalkan kontroversi besar.

Rossoneri menilai ada empat keputusan wasit yang merugikan mereka. Kekecewaan itu bahkan sudah disampaikan kepada Asosiasi Wasit Italia (AIA).

Meski demikian, Milan memilih tidak mengajukan pengaduan resmi. Namun, rasa frustrasi tetap membekas di internal klub.

Hasil ini membuat Milan tetap di posisi kedua, tetapi kini tertinggal 10 poin dari Inter di puncak klasemen. Fokus mereka terpecah antara persaingan gelar dan polemik perwasitan.


Insiden Loftus-Cheek dan Gol Troilo

Pemain AC Milan Ruben Loftus-Cheek (kiri) berebut bola dengan pemain Parma Emanuele Valeri pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 22 Februari 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Insiden pertama terjadi saat benturan antara kiper Parma, Edoardo Corvi, dan Ruben Loftus-Cheek. Sang gelandang harus ditandu keluar dan menjalani operasi rahang.

Tayangan ulang menunjukkan Corvi gagal menguasai bola. Ia justru melakukan kontak keras dengan Loftus-Cheek yang kehilangan beberapa gigi akibat benturan tersebut.

Milan mempertanyakan mengapa tidak ada sanksi tegas untuk Corvi. Insiden itu dinilai sebagai pelanggaran serius di area penalti.

Kontroversi kedua muncul pada gol Mariano Troilo di menit ke-80. Gol itu awalnya dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap Davide Bartesaghi, sebelum akhirnya disahkan usai tinjauan VAR oleh wasit Marco Piccinini.


VAR, Laga vs Como, dan Akumulasi Kekecewaan

Pemain AC Milan Adrien Rabiot (kiri) berebut bola dengan pemain Parma Emanuele Valeri pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Parma di Milan, Italia, Minggu, 22 Februari 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Menurut La Gazzetta dello Sport, keputusan awal Piccinini sebenarnya tidak mengandung kesalahan jelas dan nyata. Artinya, insiden tersebut dinilai tidak semestinya ditinjau ulang oleh VAR.

Milan merasa perubahan keputusan itu menjadi titik balik kekalahan. Dengan 10 menit tersisa, Parma memimpin dan mampu mempertahankan keunggulan.

Kekecewaan Milan tidak hanya terjadi pada laga kontra Parma. Mereka juga menilai dirugikan saat bermain imbang 1-1 melawan Como.

Rossoneri juga merasa pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir karena mengganggu Alexis Saelemaekers. Selain itu, Ignace van der Brempt dinilai layak mendapat kartu merah atas tekel keras terhadap Strahinja Pavlovic yang membuat bek Serbia itu cedera.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya