Liputan6.com, Muscat - Salah satu tradisi unik yang kembali mencuri perhatian selama Ramadan di Oman adalah Qaranqasho, perayaan anak-anak yang berlangsung pada malam sebelum hari ke-15 bulan suci.
Tradisi ini telah hidup turun-temurun di berbagai komunitas Oman sebagai bentuk perayaan ketika anak-anak berhasil menunaikan puasa selama setengah bulan pertama.
Advertisement
Pada malam Qaranqasho, anak-anak mengenakan pakaian tradisional berwarna cerah dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil menyanyi dan mengumpulkan hadiah dari tetangga berupa kue, kacang-kacangan, uang, atau halwa khas, dikutip dari Times of Oman, Selasa (24/2/2026).
Praktik ini mirip dengan Gargee’an di Teluk Persia, namun tetap unik dalam cara dan lagu yang dinyanyikan di setiap wilayah di Oman.
Menurut sejarah lokal, tradisi ini dimulai sebagai bentuk penghargaan bagi anak-anak yang telah menunjukkan disiplin puasa selama dua minggu pertama dan sekaligus memberikan semangat untuk menyelesaikan sisa Ramadan.
Kegiatan berkeliling semakin semarak ketika keluarga dan tetangga menyambut anak-anak dengan keramahan, makanan ringan khas, dan hadiah yang disiapkan khusus untuk malam itu.
Walaupun Qaranqasho bukan bagian dari kewajiban agama, tradisi ini mencerminkan nilai komunitas, saling berbagi, dan kegembiraan dalam bulan penuh berkah tersebut. Ramadan di Oman bukan sekadar ibadah, tetapi juga ajang mempererat hubungan sosial antarwarga dan generasi muda.