Ramadan Menguji Borneo FC, Fabio Lefundes Soroti Padatnya Jadwal

Pelatih Borneo FC mengeluhkan tambahan satu pertandingan akibat laga tunda pada Ramadan 2026.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 27 Februari 2026, 00:00 WIB
Borneo FC Samarinda meraih kemenangan 3-1 atas Persija Jakarta pada laga pekan ketujuh BRI Super League musim ini di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (28/9/2025) malam WIB. (dok. Borneo FC Samarinda)

Liputan6.com, Jakarta - Borneo FC menghadapi tantangan besar dalam mengarungi kompetisi BRI Super League musim ini, terutama dengan datangnya bulan suci Ramadan yang membawa jadwal pertandingan menjadi padat bagi skuad Pesut Etam. 

Meskipun atmosfer pertandingan di saat mayoritas pemain menjalankan ibadah puasa sudah bukan menjadi hal yang asing, dan merupakan bagian dari siklus tahunan yang lumrah di Indonesia. 

Namun, kondisi ini menjadi ujian berat karena tim asal Samarinda tersebut tercatat memiliki agenda pertandingan yang lebih banyak dan lebih rapat dibandingkan dengan klub-klub pesaing lainnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.  

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penumpukan jadwal ini adalah adanya laga tunda pekan ke-21 melawan Persib Bandung yang harus segera diselesaikan jelang berakhirnya periode puasa, sehingga total pertandingan yang harus mereka jalani mencapai lima laga krusial dalam waktu yang relatif singkat.

Tekanan Lima Pertandingan di Bulan Suci

Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes saat mendampingi tim asuhannya bertandang ke markas Dewa United, Indomilk Arena, Tangerang dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Minggu (22/2/2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Selama periode Ramadan ini, Borneo FC dijadwalkan untuk melakoni total lima pertandingan yang akan sangat menguras energi serta fokus para pemain. 

“Program sebelumnya, kami hanya akan melakukan empat pertandingan dalam periode ini dengan interval maksimal tiga sampai empat hari, namun karena penundaan itu, kami sekarang harus menjalani lima pertandingan,” keluh pelatih Fabio Lefundes saat konferensi pers sebelum laga melawan Dewa United, Sabtu (21/2/2026).

Kewajiban bertanding dalam frekuensi yang tinggi di saat fisik pemain sedang beradaptasi dengan ibadah puasa menuntut kesiapan mental yang luar biasa dari seluruh elemen tim. 

Strategi Rotasi

Pemain Dewa United, Ivar Jenner, melepaskan tendangan saat melawan Borneo FC dalam pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/2/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berbekal pengalaman melatih di Arab Saudi, Qatar, hingga Indonesia, Lefundes menegaskan bahwa timnya siap beradaptasi dengan budaya dan jadwal khusus selama bulan suci ini.

Walaupun menyayangkan jadwal yang semakin padat, sang pelatih tak ingin akan asuhnya kehilangan fokus. Baginya situasi tak terduga seperti ini adalah risiko yang harus bisa diantisipasi oleh seluruh tim di kasta tertinggi Liga Indonesia. 

Optimisme Pertahankan Posisi Papan Atas

Pemain Dewa United merayakan gol yang dicetak oleh Alex Martins ke gawang Borneo FC dalam pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/2/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Meskipun harus melewati rintangan jadwal yang sangat melelahkan, pihak manajemen Borneo FC tetap mengusung optimisme tinggi untuk tetap bertahan dan bersaing di jajaran papan atas klasemen sementara BRI Super League. 

Keyakinan ini didasari pada kesiapan kolektif tim dan komitmen para pemain untuk memberikan hasil terbaik di setiap laga yang tersisa. 

Dengan persiapan yang matang dan mentalitas yang kuat, Borneo FC percaya bahwa mereka mampu melewati periode sulit di bulan Ramadan ini dengan raihan poin maksimal demi menjaga ambisi mereka di jalur juara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya