Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp kembali menyiapkan pembaruan berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi di dalam grup. Aplikasi perpesanan milik Meta ini dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru bernama “Riwayat Pesan Grup”.
Fitur baru WhatsApp ini memungkinkan anggota yang baru bergabung ke dalam grup melihat sebagian percakapan sebelumnya. Dengan begitu, pengguna tidak akan lagi merasa bingung saat masuk ke dalam percakapan yang tengah berlangsung. Demikian sebagaimana dikutip dari Android Police, Selasa (24/2/2026).
Advertisement
Selama ini, anggota baru grup WhatsApp hanya bisa membaca pesan sejak mereka ditambahkan. Percakapan sebelumnya langsung tertutup. Situasi ini sering kali membuat anggota baru bertanya ulang atau meminta ringkasan obrolan.
Lewat "Riwayat Pesan Grup", WhatsApp memberi solusi. Saat menambahkan anggota baru, admin atau pengguna akan diminta menentukan jumlah pesan yang ingin dibagikan. Opsi tersedia mulai dari 25, 50, 75, hingga 100 pesan terakhir.
Meski memberikan kemudahan, WhatsApp tetap mengutamakan keamanan dan privasi. Fitur ini tetap akan membatasi seberapa jauh anggota baru ditambahkan dapat melihat pesan sebelumnya. Sehingga mereka yang baru ditambahkan tidak akan sepenuhnya memperoleh akses ke seluruh riwayat obrolan grup.
WhatsApp dinilai selangkah lebih unggul dibandingkan Telegram dengan kehadiran fitur tersebut. Karena, platform tersebut sudah memiliki fitur berbagi riwayat pesan grup, namun opsinya bersifat penuh atau tidak sama sekali.
Fitur WhatsApp ini juga memberi nilai tambah dibanding iMessage, yang hingga kini belum menyediakan kemampuan serupa untuk percakapan grup. Namun, WhatsApp menegaskan pengguna tidak dapat membagikan riwayat pesan grup kepada anggota baru setelah mereka ditambahkan.
Artinya, jika pengguna lupa membagikan riwayat obrolan ketika menambahkan seseorang, maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menghapus anggota tersebut dari grup, lalu menambahkannya kembali agar opsi berbagi riwayat pesan dapat dipilih.
WhatsApp Ungguli Telegram dan iMessage
WhatsApp dinilai selangkah lebih unggul dibandingkan Telegram dengan kehadiran fitur tersebut. Hal ini karena Telegram memang telah lebih dulu memiliki fitur serupa, yaitu “membagikan riwayat pesan grup.” Namun, opsi yang tersedia hanya bersifat penuh atau tidak sama sekali. Pengguna tidak dapat memilih secara selektif untuk membagikan 25 atau 100 pesan terakhir, seperti yang ditawarkan fitur terbaru WhatsApp.
Riwayat Pesan Grup ini juga memberi WhatsApp keunggulan atas iMessage, karena platform perpesanan milik Apple tidak memiliki fitur yang seperti itu.
WhatsApp menegaskan bahwa pengguna tidak dapat membagikan riwayat pesan grup kepada anggota baru setelah mereka ditambahkan. Pilihan untuk membagikan riwayat tersebut hanya tersedia saat proses penambahan anggota ke dalam percakapan.
Artinya, jika pengguna lupa membagikan riwayat obrolan ketika menambahkan seseorang, maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menghapus anggota tersebut dari grup, lalu menambahkannya kembali agar opsi berbagi riwayat pesan dapat dipilih.
Admin Tetap Mengontrol Berbagi Riwayat
WhatsApp juga akan memberi notifikasi kepada anggota grup lainnya ketika riwayat obrolan dibagikan kepada anggota yang baru ditambahkan. Selain itu, keterangan waktu, informasi pengirim, dan riwayat pesan semuanya akan ditampilkan secara berbeda dari pesan biasa, sehingga lebih mudah dipahami oleh pengguna.
WhatsApp memastikan fitur Riwayat Pesan Grup tetap dilindungi dengan enkripsi menyeluruh (end-to-end encryption), seperti halnya percakapan di platform tersebut, termasuk dalam pembaruan keamanan terbaru. Langkah ini dilakukan untuk menjaga privasi dan keamanan pengguna agar tetap terlindungi.
Bagi pengguna yang merupakan admin grup, tersedia opsi untuk menonaktifkan fitur berbagi riwayat pesan di seluruh grup. Meski demikian, admin tetap memiliki kewenangan untuk membagikan riwayat obrolan secara mandiri.
WhatsApp menyatakan bahwa fitur Riwayat Pesan Grup akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna di berbagai negara di seluruh dunia.