Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

Daftar lengkap harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Sabtu, (23/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Februari 2026, 08:20 WIB
Berikut harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian apda Senin, (23/2/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak stabil pada Senin, (23/2/2026) pukul 07.27 WIB. Dua produk logam mulia tersebut tidak berubah dari Minggu pagi.

Mengutip Antara, harga emas UBS bertahan di Rp 3.061.000 per gram dan Galeri24 stagnan di Rp 3.047.000 per gram.

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Untuk harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setelah pukul 08.30 WIB

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian masing-masing produk:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.597.000
  • ‎1 gram: Rp 3.047.000.
  • ‎2 gram: Rp 6.019.000
  • ‎5 gram: Rp 14.938.000
  • ‎10 gram: Rp 29.795.000
  • ‎25 gram: Rp 74.089.000
  • ‎50 gram: Rp 148.059.000
  • ‎100 gram: Rp 295.971.000
  • 250 gram: Rp 738.111.000
  • ‎500 gram: Rp 1.476.222.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.952.443.000

 

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.655.000
  • ‎1 gram: Rp 3.061.000
  • ‎2 gram: Rp 6.075.000
  • ‎5 gram: Rp 15.011.000
  • 10 gram: Rp 29.863.000
  • ‎25 gram: Rp 74.510.000
  • ‎50 gram: Rp 148.713.000
  • ‎100 gram: Rp 297.309.000
  • 250 gram: Rp 743.052.000
  • ‎500 gram: Rp 1.484.358.000.

Prediksi Harga Emas Sepekan

Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Sebelumnya, harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level psikologis USD 5.100 per ounce setelah sempat terkoreksi pada awal pekan. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar kini menyoroti apakah reli ini akan berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Mengutip laman Kitco.com, Senin (23/2/2026), secara teknikal, emas menunjukkan pola higher lows sejak awal bulan, menandakan tekanan beli masih dominan. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area USD 5.120–USD 5.140, peluang menuju USD 5.300 terbuka lebar.

Sentimen safe haven akibat ketegangan geopolitik, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat–Iran, menjadi katalis utama. Selain itu, pasar juga menantikan arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

Jika data inflasi dan ketenagakerjaan melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa mengangkat emas lebih tinggi. Beberapa analis bahkan melihat potensi lonjakan cepat menuju USD 5.400–USD5.500 apabila terjadi eskalasi politik atau tekanan tajam di pasar saham global.

Skenario Konsolidasi: Bergerak di Rentang USD 4.950-USD 5.100

Apabila tidak ada katalis besar dalam waktu dekat, emas berpotensi bergerak sideways. Level USD 5.000 kini menjadi titik keseimbangan baru antara pembeli dan penjual.

Pasar sedang menunggu rilis data ekonomi penting seperti kepercayaan konsumen dan indeks harga produsen AS. Tanpa kejutan signifikan, harga kemungkinan akan berfluktuasi dalam kisaran terbatas sambil membangun fondasi teknikal sebelum menentukan arah berikutnya.

Konsolidasi di area ini justru dinilai sehat setelah reli tajam sebelumnya.

 

Skenario Koreksi: Turun ke USD 4.850 Jika Gagal Bertahan

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Di sisi lain, risiko koreksi tetap terbuka. Jika emas gagal mempertahankan level USD 5.000 dan tekanan jual meningkat, harga berpotensi turun kembali ke area USD 4.850 sebagai support kunci.

Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat menjadi pemicu pelemahan. Selain itu, jika ketegangan geopolitik mereda atau pernyataan pejabat bank sentral cenderung hawkish, investor bisa beralih ke aset berisiko.

Penembusan di bawah USD 4.850 akan menjadi sinyal teknikal negatif yang dapat membuka ruang penurunan lebih dalam ke area USD 4.800.

Dalam jangka pendek, bias harga emas masih cenderung positif selama bertahan di atas USD 4.900-USD 5.000. Namun, level USD 5.100 menjadi resistance krusial yang harus ditembus untuk memperkuat tren naik.

Investor disarankan mencermati perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi AS pekan ini, karena keduanya berpotensi menjadi penentu arah harga emas selanjutnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya