Israel Batasi Jumlah Warga Palestina Salat Jumat Pertama Ramadan di Al Aqsa

Sejak pagi, ratusan warga Palestina berkumpul di pos pemeriksaan militer di sekitar Yerusalem. Mereka ingin menuju Masjid Al Aqsa. Namun pasukan Israel melarang sebagian besar dari mereka untuk masuk.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 20 Februari 2026, 17:54 WIB
Diketahui, Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi menjadi momentum emosional bagi warga Palestina, karena menjadi yang pertama di bawah kesepakatan gencatan senjata sejak konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas. Tampak dalam foto, warga Palestina berbaris untuk melewati pos pemeriksaan militer Israel Qalandia antara kota Ramallah di Tepi Barat dan Yerusalem dalam perjalanan mereka untuk menghadiri salat Jumat di Masjid Al-Aqsa saat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Jumat 20 Februari 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Jakarta - Israel memperketat jumlah jamaah Palestina dari Tepi Barat yang ingin memasuki Yerusalem Timur untuk melaksanakan salat Jumat pertama bulan Ramadan di Masjid Al Aqsa. Harus ada persetujuan keamanan terlebih dahulu.

Sejak pagi, ratusan warga Palestina berkumpul di pos pemeriksaan militer di sekitar Yerusalem. Mereka ingin menuju Masjid Al Aqsa. Namun pasukan Israel melarang sebagian besar dari mereka untuk masuk. Meskipun beberapa di antaranya memiliki izin yang telah dikeluarkan sebelumnya. Seperti dilaporkan koresponden Anadolu, dilansir Antara, Jumat (20/2/2026).

Tentara Israel mengerahkan sejumlah besar pasukan di pos pemeriksaan menuju ke kota. Bahkan perwira militer senior ikut dalam pengamanan ketat yang diberlakukan.

“Ribuan penduduk Tepi Barat berkerumun di pos pemeriksaan Qalandiya, dan otoritas pendudukan tidak mengizinkan mereka masuk dengan alasan bahwa jumlah yang telah ditetapkan diizinkan untuk hari Jumat, hanya 10.000 orang dan telah tercapai,” kata Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina dalam sebuah pernyataan singkat.

Memasuki Ramadan, Israel meningkatkan kewaspadaan keamanannya di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, otoritas Israel telah mengeluarkan perintah pengusiran di Yerusalem Timur menjelang Ramadan, kata sebuah organisasi hak asasi manusia Palestina.

Bago warga Palestina, Yerusalem Timur adalah ibu kota negara masa depan mereka. Dengan mengutip resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada 1967 ataupun aneksasinya pada 1980.

Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, militer Israel dan pemukim ilegal telah mengintensifkan operasi di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem, dengan melakukan pembunuhan, penghancuran rumah, pengusiran warga Palestina, dan perluasan permukiman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya