Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal sideways pada Jumat (20/2/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas IHSG ditutup melemah 0,43% disertai dengan aksi jual oleh investor asing Rp 245 miliar pada perdagangan saham Kamis, 19 Februari 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBCA, BMRI, INKP, MEDC dan ADMR.
Advertisement
“IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG hari ini akan bergerak di level support 8.200-8.230 dan level resistance 8.300-8.350 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG akan bergerak konsolidasi. IHSG akan bergerak di level support 8.210 dan 8.171 dan level resistance 8.376 dan 8.408.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: ELSA, BUMI, INET, BRMS, INCO, dan CUAN
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 805-810, cutloss di bawah 795. Target dekat di 835-870.
- BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 290-296, cutloss di bawah 286. Target dekat di 308-320.
- INET Buy on Weakness dengan area beli di 418-422, cutloss di bawah 412. Target dekat di 430-436.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 1040-1055, cutloss di bawah 1035. Target dekat di 1070-1085.
- INCO Spec Buy dengan area beli di 6800-6850, cutloss di bawah 6775. Target dekat di 6950-7125.
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 1755, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1780-1800.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 19 Februari 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Kamis, (19/2/2026). Koreksi IHSG terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan 4,75% dan mayoritas sektor saham melemah.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,43% ke posisi 8.274,08. Indeks saham LQ45 merosot 0,51% ke posisi 834,28. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.
Dalam riset Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75%, deposit facility 3,75% dan lending facility 5,5% dengan inflasi tetap dalam target 2,5% plus minus satu persen serta cadangan devisa USD 154,6 miliar menegaskan stabilitas makro terjaga.
“Untuk pasar saham, dampaknya netral-positif, tidak ada shock kebijakan, tetapi juga belum menjadi katalis kuat seperti penurunan suku bunga,” demikian seperti dikutip.
Selain itu, surplus perdagangan dan proyeksi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat menurunkan risiko eksternal sehingga penurunan IHSG realtif terbatas.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.376,19 dan level terendah 8.251,81. Sebanyak 366 saham melemah sehingga bebani IHSG. 326 saham menguat dan 127 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.334.502 kali dengan volume perdagangan saham 53,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,2 triliun.
Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.888. Investor asing masih melakukan aksi beli saham. Tercatat investor asing membeli saham Rp 387,02 miliar dalam sehari. Dengan demikian, sepanjang 2026, aksi jual oleh investor asing Rp 14,65 triliun.
Dari 11 sektor saham, enam sektor saham melemah. Sektor saham teknologi turun 1,16%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham keuangan melemah 1,03% dan sektor saham properti terpangkas 0,70%, sektor saham infrastruktur susut 0,27% dan sektor saham industri melemah 0,26%.
Sementara itu, sektor saham basic melonjak 2,85% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi melesat 1,92% dan sektor saham energi mendaki 0,82%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,06%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,57% dan sektor saham kesehatan bertambah 0,04%.