20 Februari 2013: Estonia Jadi Pelopor Jaringan Stasiun Pengisian Mobil Listrik Nasional

Langkah Estonia ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi emisi karbon di Eropa sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 Februari 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi mobil listrik (chuttersnap/Unsplash)

Liputan6.com, Tallinn - Pada 20 Februari 2013, Estonia mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai negara pertama di dunia yang membangun jaringan pengisian daya cepat kendaraan listrik secara nasional. Keputusan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

Sebanyak 165 unit pengisi daya cepat diproduksi dan dipasang oleh perusahaan teknik ABB saat itu. Pembangunannya dibiayai dari hasil penjualan 10 juta izin emisi karbon milik pemerintah Estonia kepada perusahaan Jepang, Mitsubishi Corporation.

Kesepakatan yang dibuat pada tahun 2011 itu membawa manfaat ganda. Selain mendanai pembangunan jaringan pengisian daya, perjanjian tersebut juga menghadirkan lebih dari 500 mobil listrik untuk digunakan pemerintah Estonia.

Tak hanya itu, kesepakatan tersebut turut menyediakan pendanaan untuk sistem pendukung agar masyarakat dapat membeli kendaraan listrik dengan lebih mudah.

"Sekarang adalah saat yang tepat untuk benar-benar mempercepat langkah dalam pengembangan mobilitas listrik. Kami sudah membuktikan bahwa membangun jaringan pengisian daya di tingkat nasional itu memungkinkan, dan tidak ada kendala teknis yang menghalangi," kata Jarmo Tuisk, kepala program yang menjalankan proyek pembangunan jaringan tersebut seperti dikutip dari NBC News.

Langkah ini lahir dari kenyataan bahwa minat terhadap mobil listrik di Estonia dan sejumlah negara lain sebelumnya masih rendah. Penyebabnya antara lain biaya penggunaan yang tinggi serta jarak tempuh yang terbatas dalam sekali pengisian daya. Kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah perjalanan menjadi alasan banyak orang ragu beralih ke kendaraan listrik.

Dengan hadirnya jaringan pengisian daya cepat yang ditempatkan secara strategis di jalan-jalan utama dan kawasan perkotaan, kekhawatiran itu diharapkan berkurang. Sistem ini juga dilengkapi metode pembayaran terpadu yang berlaku di seluruh negeri, sehingga pengguna tidak perlu menghadapi prosedur berbeda di setiap lokasi pengisian.

Saat jaringan tersebut mulai beroperasi, Estonia yang berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa memiliki 619 mobil listrik murni. Sebanyak 500 unit digunakan oleh instansi pemerintah, sementara sekitar 100 unit dimiliki oleh perorangan dan perusahaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya