LRT Izinkan Penumpang Buka Puasa di Kereta: Kami Imbau Tak Konsumsi Makanan Aroma Menyengat

Penumpang LRT diizinkan membatalkan puasa di dalam kereta hingga maksimal 10 menit setelah azan Magrib.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 19 Februari 2026, 15:40 WIB
Pengguna LRT Jabodebek yang menjalankan puasa Ramadan boleh berbuka puasa di dalam rangkaian kereta dan area stasiun. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - PT LRT Jakarta mengizinkan penumpang untuk berbuka puasa di dalam kereta saat perjalanan selama Ramadan 2026/1447 H. Penumpang diizinkan membatalkan puasa di dalam kereta hingga maksimal 10 menit setelah azan Magrib.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Sheila Indira Maharshi mengatakan perusahaan mengoptimalkan pelayanan selama Ramadan dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan.

“Penumpang dapat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman ringan, namun kami mengimbau untuk tidak mengonsumsi makanan dengan aroma menyengat,” kata Sheila dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/2/2026).

Sheila menyebut ketentuan ini berlaku baik di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun. Pembatasan jenis makanan dilakukan untuk menjaga kenyamanan bersama, mengingat ruang kereta merupakan area publik tertutup dengan mobilitas penumpang yang tinggi pada jam sibuk.

Tak Ada Perubahan Jadwal

Selama Ramadan, operasional LRT Jakarta juga tetap berjalan normal setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 23.00 WIB dengan jarak antar kereta (headway) 10 menit.

“Tidak ada perubahan jadwal perjalanan,” ucap dia.

Selain itu, Sheila mengingatkan bahwa seluruh stasiun LRT Jakarta telah dilengkapi fasilitas musala bagi penumpang yang ingin menunaikan ibadah salat.

“Area ritel di stasiun juga tetap beroperasi untuk memudahkan pelanggan membeli kebutuhan berbuka puasa sebelum melanjutkan perjalanan,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya